Tiga Mahasiswa Kedokteran Teken Komitmen Mengabdi di Boltim

  • 19 Jul 2026 19:22 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID: Boltim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui investasi di bidang pendidikan.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memastikan para penerima beasiswa kedokteran memiliki komitmen untuk kembali mengabdi di daerah setelah menyelesaikan pendidikan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Surat Pernyataan Kesediaan dan Pengabdian oleh tiga mahasiswa Program Studi Kedokteran penerima beasiswa Pemkab Boltim.

Penandatanganan berlangsung di Kantor Bupati Boltim, Tutuyan, Jumat (17/7/2026), dan disaksikan langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Boltim M. Iksan Pangalima serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Surat pernyataan yang ditandatangani menjadi bentuk kesepakatan sekaligus tanggung jawab moral antara pemerintah daerah dengan para mahasiswa penerima beasiswa.

Melalui dokumen tersebut, para mahasiswa menyatakan kesediaannya untuk menjaga prestasi akademik selama menempuh pendidikan di Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Manado.

Selain mempertahankan capaian akademik pada setiap semester, mereka juga berkomitmen kembali ke Kabupaten Bolaang Mongondow Timur untuk mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan dan dinyatakan lulus uji kompetensi sebagai dokter.

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, program beasiswa kedokteran merupakan strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya di sektor kesehatan.

Menurutnya, daerah membutuhkan tenaga medis profesional yang memahami kondisi masyarakat sekaligus memiliki kepedulian untuk membangun daerah asal.

“Beasiswa ini bukan hanya bentuk dukungan pemerintah terhadap pendidikan putra-putri daerah, tetapi juga merupakan investasi bagi masa depan pelayanan kesehatan di Bolaang Mongondow Timur.

Karena itu, kami berharap para penerima beasiswa belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga prestasi, dan setelah lulus kembali mengabdikan ilmu yang dimiliki untuk melayani masyarakat Boltim,” ujar Oskar.

Ia menjelaskan, keberadaan dokter yang berasal dari daerah sendiri memiliki nilai strategis karena diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Oskar juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Boltim untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa.

Kebijakan tersebut difokuskan pada bidang-bidang strategis yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, investasi di sektor pendidikan akan memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi penerima beasiswa, tetapi juga bagi masyarakat yang nantinya memperoleh pelayanan dari tenaga profesional hasil program tersebut.

Program beasiswa kedokteran ini menjadi salah satu upaya Pemkab Boltim dalam mengatasi keterbatasan tenaga dokter sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di masa mendatang.

Dengan adanya ikatan pengabdian, pemerintah berharap para penerima beasiswa tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan, tetapi juga kembali membangun daerah melalui profesi yang mereka tekuni.

Melalui program tersebut, Pemkab Boltim optimistis akan lahir dokter-dokter muda yang memiliki kompetensi akademik, integritas, dan dedikasi tinggi untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....