Menteri Koperasi Tinjau Pelatihan Ribuan Calon Manajer Kopdes di Cimahi

  • 18 Jul 2026 07:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Menteri Koperasi Ferry Juliantono meninjau langsung pelatihan manajerial dan sertifikasi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Aula Soedirman Pusdik Artileri Medan (Armed) Kota Cimahi, Jumat 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Koperasi menyiapkan pengelola koperasi yang profesional dan memiliki kompetensi sesuai standar nasional.

Sebanyak 29.830 calon manajer KDKMP mengikuti pembekalan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan manajerial, pengelolaan keuangan, hingga pemahaman terhadap potensi ekonomi di daerah penugasan. Para peserta juga disiapkan untuk menjalankan operasional koperasi secara profesional setelah ditempatkan di desa dan kelurahan masing-masing.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pelatihan manajerial merupakan tahapan lanjutan setelah peserta mendapatkan pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan bela negara.

"Tahap ini adalah tahap kedua, penguatan kompetensi manajerial melalui kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi, kemudian tahap ketiga adalah sertifikasi kompetensi sebagai penegasan standar profesionalisme." ujar Ferry.

Pelatihan tersebut berlangsung selama 13 hari, mulai 17 hingga 29 Juli 2026, dengan agenda penutupan yang dijadwalkan pada 31 Juli 2026. Materi yang diberikan mencakup manajemen koperasi dan keuangan sebagai bekal utama calon manajer dalam mengelola KDKMP.

Kemenkop juga menambahkan materi soft skill untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan interaksi sosial para calon manajer dengan pengurus, pengawas koperasi, pemerintah desa, serta masyarakat. Kemampuan tersebut dinilai penting karena keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh pengelolaan bisnis, tetapi juga oleh kemampuan membangun hubungan di lingkungan sekitar.

"Kemampuan soft skill para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga akan sangat membantu keberhasilan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih." ucapnya.

Selain pelatihan, peserta mendapatkan pemetaan potensi diri melalui Talent DNA berbasis kecerdasan buatan atau AI. Pemetaan ini diharapkan membantu menentukan penempatan calon manajer sesuai kekuatan, kapasitas kepemimpinan, serta karakteristik potensi usaha di masing-masing daerah.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari mengatakan pelatihan dirancang agar calon manajer mampu membaca potensi ekonomi wilayah sekaligus membangun ekosistem koperasi yang sesuai dengan karakter daerah.

"Materi yang diberikan fokus pada bagaimana mengenali potensi usaha di daerah penempatan, sementara Talent DNA berbasis AI membantu peningkatan kapasitas pribadi peserta." kata Destry.

Sebanyak 29.830 peserta mengikuti pelatihan yang tersebar di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas. Kurikulum pelatihan terdiri atas 90 jam pelajaran, 12 modul, 42 materi, serta 10 unit kompetensi sebagai dasar sertifikasi Manajer KDKMP yang telah diakreditasi BNSP.

Dengan pembekalan tersebut, Kemenkop menargetkan calon manajer KDKMP memiliki kemampuan yang seragam dan profesional dalam menjalankan koperasi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan penguatan koperasi desa dan kelurahan di berbagai daerah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....