MPLS SMPN 1 Tondano, Liony Mongi Tanamkan Cinta Daerah

  • 17 Jul 2026 19:03 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID: Minahasa – Jumat (17/7/2026) pagi tadi, SMP Negeri 1 Tondano tidak seperti biasanya. Riuh. Tapi bukan riuh main-main.Di aula sekolah, ratusan siswa baru sedang “diuji”. Bukan ujian matematika. Bukan pula ujian bahasa Inggris. Yang menguji bukan guru. Melainkan seorang anggota DPRD Minahasa: Liony Leontin Mongi.

Liony berdiri di depan. Memegang mikrofon. Lalu melontarkan pertanyaan yang sering dianggap sepele bagi orang dewasa, tapi bisa jadi asing bagi anak-anak usia 12 tahun:

”Siapa Bupati Minahasa? Siapa Wakilnya?” Hening sejenak. Lalu, tangan-tangan kecil itu teracung. Bagi Liony, ini bukan soal hafal nama. Ini soal rasa memiliki. “Bagaimana mau mencintai daerah, kalau nama pemimpinnya saja tidak tahu?” pikirnya mungkin.

Inilah masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang tidak membosankan. Liony tidak ingin siswa SMPN 1 Tondano hanya jadi robot akademik.Pintar menghitung, tapi buta terhadap lingkungan sekitar. Ia ingin mereka punya kepekaan. Punya rasa tanggung jawab.

SMPN 1 Tondano punya modal bagus. Liony memuji manajemen sekolah ini. Sangat progresif.Ruang ekstrakurikulernya luas. Anak-anak dibiarkan “liar” dalam arti positif: mengeksplorasi bakat.Bukan cuma duduk manis, mendengar guru bicara, lalu pulang.

Di mata Liony, sekolah adalah laboratorium kehidupan. Tempat menempa mental agar tidak gampang loyo. Tapi, sekolah ini juga punya tantangan klasik: membeludaknya peminat.Kepala Sekolah, Melky Palilingan, M.Pd., sampai harus “menutup pintu” dengan tegas.

”Pendaftar jauh lebih banyak dari kuota,” ujar Melky. Melky harus memegang teguh aturan. Kapasitas hanya 320 siswa. Dibagi dalam 10 rombongan belajar. Tidak bisa lebih. Tidak boleh ada titip-menitip. Dapodik jadi panglima. ”Kami harus jaga kualitas. Kalau dipaksakan, yang rugi siswa itu sendiri,” tambah Melky.

Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan pendidikan kita. Legislator turun tangan, sekolah tegas menjalankan aturan. Di akhir sesi, Liony memberikan kejutan. Bukan sekadar motivasi kata-kata. Ia memberikan bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu.Juga apresiasi bagi mereka yang berani menjawab pertanyaan tadi. MPLS pun usai. Siswa baru SMPN 1 Tondano pulang dengan membawa dua bekal: wawasan tentang daerahnya, dan harapan akan masa depan yang lebih kompetitif. Tondano tidak hanya melahirkan siswa pintar, tapi juga siswa yang tahu ke mana arah rumahnya akan dibawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....