Petani Banyumas Tanam Palawija untuk Hadapi Musim Kemarau
- 17 Jul 2026 08:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian Wilayah Banyumas mengimbau petani menyesuaikan pola tanam selama musim kemarau guna mengurangi risiko penurunan produktivitas hingga ancaman gagal panen akibat kekeringan.
Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian Wilayah Banyumas, Emy Triyanti, mengatakan keterbatasan ketersediaan air pada musim kemarau menjadi faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hasil panen menurun apabila kebutuhan air tidak terpenuhi.
Menurutnya, kekeringan yang tidak dapat diatasi berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar, bahkan menyebabkan puso atau gagal panen, terutama di lahan yang tidak memiliki sumber air untuk irigasi.
"Jika masih tersedia sumber air, kekeringan dapat diatasi melalui sistem perpompaan. Namun apabila tidak ada sumber air, dampaknya bisa lebih luas hingga mengakibatkan gagal panen," ujarnya.
Emy menjelaskan, petani di Banyumas umumnya telah memasuki musim tanam ketiga setelah dua kali masa tanam padi pada musim hujan dan awal kemarau. Untuk menghadapi kondisi minim air, petani biasanya beralih menanam komoditas palawija yang membutuhkan air lebih sedikit, seperti jagung, kacang-kacangan, atau tanaman pangan lainnya.
Selain beralih ke palawija, sebagian petani juga memilih mengistirahatkan lahan untuk menjaga kesuburan tanah sebelum memasuki musim tanam berikutnya.
Ia berharap petani dapat terus menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim dan memanfaatkan sumber air yang tersedia secara optimal agar produktivitas pertanian tetap terjaga selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....