DPUPR Purbalingga Imbau Petani Ikuti Pola Tanam saat Musim Kemarau
- 15 Jul 2026 14:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Musim kemarau yang tengah berlangsung mulai dirasakan petani di sejumlah wilayah Kabupaten Purbalingga. Berkurangnya curah hujan membuat ketersediaan air untuk irigasi menjadi perhatian, terutama di wilayah yang mengandalkan aliran sungai sebagai sumber pengairan lahan pertanian. Melalui program Halo RRI, seorang warga Kecamatan Rembang melaporkan adanya petani yang mengalami gagal panen sekaligus mempertanyakan kondisi saluran irigasi di wilayahnya.
Laporan tersebut disampaikan Putra melalui program Halo RRI, Senin (13/7/2026). Menurutnya, petani di wilayah Rembang mengalami gagal panen pada musim kemarau.
"Petani di musim kemarau gagal panen, bagaimana saluran irigasinya?" tanyanya.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Purbalingga, Budi, menjelaskan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian, ketersediaan air di wilayah Rembang masih dapat dikatakan cukup. Namun, menurutnya, sebagian petani belum mengikuti pola tanam yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.
Budi mengatakan, pemerintah telah menyusun jadwal pola tanam untuk seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga sebagai acuan bagi petani. Pada musim kemarau, petani diimbau menanam tanaman palawija karena debit air sungai umumnya berkurang seiring menurunnya curah hujan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat tani, khususnya di wilayah Kabupaten Purbalingga, untuk mengikuti pola tanam atau jadwal tanam yang sudah dibuat di tingkat kabupaten. Di musim kemarau kami memang mengharapkan petani menanam palawija karena debit air sungai sangat berkurang," ujarnya.
| Baca juga: BMKG Prediksi Banyumas Diguyur Hujan Ringan |
Ia menjelaskan, sebagian besar saluran irigasi di Kabupaten Purbalingga mengambil sumber air dari sungai. Ketika curah hujan menurun, debit air sungai ikut berkurang, bahkan di beberapa lokasi dapat mengering sehingga pasokan air untuk irigasi juga menurun.
Selain mengimbau petani mengikuti pola tanam, DPUPR Kabupaten Purbalingga juga terus mengupayakan pemeliharaan jaringan irigasi. Tahun ini, pihaknya mengajukan perbaikan 36 daerah irigasi melalui aplikasi SIPURI. Sebanyak 26 daerah irigasi telah memperoleh persetujuan awal dan saat ini masih menunggu penetapan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Budi berharap usulan tersebut segera mendapat alokasi anggaran sehingga rehabilitasi bendung dan saluran irigasi dapat dilaksanakan tahun ini. Ia juga mengajak masyarakat dan kelompok tani untuk tidak membuang sampah ke saluran irigasi serta ikut menjaga aset irigasi agar tetap berfungsi dengan baik selama musim kemarau. (Tika)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....