Proskill Entreprenuer Bekali SMP - SMK Nurul Hidayah dalam Kegiatan MPLS

  • 16 Jul 2026 14:09 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Proskill Entrepreneur Academy menyelenggarakan pelatihan public speaking dan komunikasi interpersonal untuk siswa baru SMP-SMK Nurul Hidayah Bandung dalam rangka MPLS dengan tema 'Menjadi Social Butterfly: Merajut Persahabatan Baru'.
  • Pelatihan ini bertujuan membangun rasa percaya diri siswa agar mampu beradaptasi, menjalin hubungan positif, dan mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif sejak awal memasuki lingkungan sekolah baru.

RRI.CO.ID, Bandung – Proskill Entrepreneur Academy (LK Edu Kreasi Akademi) memberikan pembekalan keterampilan public speaking dan komunikasi interpersonal kepada siswa-siswi baru SMP-SMK Nurul Hidayah Bandung dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan bertema "Menjadi Social Butterfly: Merajut Persahabatan Baru di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)" ini bertujuan membangun rasa percaya diri siswa agar mampu beradaptasi dan menjalin hubungan positif di lingkungan sekolah.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali peserta didik dengan kemampuan komunikasi yang efektif sejak awal memasuki lingkungan sekolah baru. Melalui metode interaktif, siswa diajak untuk berani tampil, berkomunikasi, serta membangun hubungan yang sehat dengan teman maupun guru.

Founder Proskill Entrepreneur Academy, Dini Ratnasari atau yang akrab disapa Kak Nay, hadir sebagai pemateri utama didampingi Co-Founder Bagus Irawan. Materi disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan dengan praktik langsung sehingga siswa lebih mudah memahami teknik public speaking.

Kak Nay mengatakan, MPLS merupakan momentum penting bagi siswa untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas pergaulan sejak hari pertama di sekolah. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu bekal utama yang akan membantu siswa berkembang, baik dalam proses belajar maupun kehidupan sosial.

"Menjadi social butterfly bukan berarti harus menjadi orang yang paling ramai atau paling menonjol. Yang terpenting adalah berani membuka diri, mampu mendengarkan dengan empati, serta percaya diri saat menyampaikan pendapat sehingga dapat membangun persahabatan yang positif," ujar Kak Nay kepada RRI, Kamis 16 Juli 2026.



Selama pelatihan, para siswa mempraktikkan berbagai teknik mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum. Mereka juga diajarkan penggunaan bahasa tubuh yang ramah serta cara memperkenalkan diri dengan percaya diri.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari para peserta. Berbagai permainan edukatif dan simulasi komunikasi membuat siswa lebih aktif berinteraksi satu sama lain.

Keberhasilan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala SMK Nurul Hidayah Sampanan Saputra beserta seluruh jajaran sekolah. Apresiasi juga diberikan kepada Kepala SMP Nurul Hidayah Muhammad Taufan, Sri Ajeng Ningsih, Tasya Istawa Aprilinda, beserta seluruh tim yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.



Pengurus OSIS SMP-SMK Nurul Hidayah turut berperan aktif membantu jalannya kegiatan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Sinergi seluruh pihak menjadikan pelatihan berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi peserta.

Kak Nay berharap materi yang diberikan tidak hanya bermanfaat selama MPLS, tetapi juga menjadi bekal jangka panjang bagi para siswa. "Kami berharap setiap siswa berani menunjukkan potensi terbaiknya, mampu membangun komunikasi yang baik, serta tumbuh menjadi generasi yang adaptif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....