Kasus ASF di Polman Terkendali, Belum Ada Laporan Baru

  • 16 Jul 2026 14:51 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Balai Besar Veteriner Maros menyatakan hingga Kamis, 16 Juli 2026, belum menerima laporan baru terkait ternak babi yang menunjukkan gejala African Swine Fever (ASF) dari komunitas peternak di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kepala Balai Besar Veteriner Maros, Drh. H. Agustia, menjelaskan, setelah kasus positif ASF pertama dipastikan melalui uji laboratorium, pihaknya telah mengirimkan rekomendasi teknis kepada Dinas Peternakan Polewali Mandar untuk pengendalian di lapangan, termasuk isolasi kandang terjangkit dan pembatasan lalu lintas ternak babi.

“Sampai dengan hari ini, kami tidak mendapat lagi laporan dari teman-teman komunitas Polewali Mandar terhadap adanya ternak-ternak babi yang menunjukkan gejala yang seperti sebelumnya,” ujar Agustia saat diwawancarai melalui telepon oleh reporter RRI Mamuju, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menegaskan, meski belum ada laporan gejala baru, risiko penyebaran ASF masih ada apabila faktor penyebar seperti perpindahan babi sakit, peralatan kandang, orang yang keluar masuk, dan hewan perantara seperti anjing tidak dikendalikan secara ketat di tingkat peternak.

“Untuk kandang tersebut sudah terjangkit African Swine Fever, dia akan segera pindah ke lain kalau faktor penyebar tadi tidak dikendalikan,” lanjut Agustia, mengingatkan pentingnya pengawasan rutin dan penerapan biosekuriti sebagai langkah pencegahan lanjutan.

Balai Besar Veteriner Maros mendorong Dinas Peternakan dan komunitas peternak di Polewali Mandar untuk terus melaporkan setiap gejala mencurigakan pada ternak babi, sekaligus memperkuat sosialisasi kepada warga mengenai cara penularan ASF dan langkah-langkah yang harus ditempuh agar status terkini tanpa laporan baru benar-benar mencerminkan situasi terkendali, bukan kurangnya pelaporan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....