Deman Babi Afrika Ditemukan Positif di Mamasa dan Polman
- 13 Jul 2026 13:49 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Sulawesi Barat memastikan kasus African Swine Fever (ASF) atau deman babi Afrika pada ternak babi di Mamasa dan Polewali Mandar positif berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner Maros.
Kasus ASF pada babi di Sulbar pertama kali ditemukan di Mamasa, kemudian dilaporkan terjadi juga di Polewali Mandar dengan jumlah ternak sakit dan mati yang cukup tinggi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Sulbar, Nur Kadar, menyebut penanganan dilakukan bersama tim dokter hewan provinsi dan kabupaten, termasuk pemeriksaan sampel di laboratorium.
“Teman-teman dari Balai Besar Veteriner Maros dan Kabupaten Polman sudah turun melihat dan selalu dipantau, dan memang dari hasil laboratorium itu positif ASF,” ujar Nur Kadar saat diwawancarai di kantornya, Senin, 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan hasil investigasi lapangan menduga awal masuknya ASF ke Mamasa berasal dari babi yang dibawa dari Tana Toraja, yang sebelumnya juga banyak dilaporkan kasus kematian babi.
Menurutnya, koordinasi terus dilakukan dengan Balai Besar Veteriner Maros, balai karantina, dan Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan untuk tambahan obat-obatan, antibiotik, serta sarana prasarana penanganan penyakit di daerah terdampak.
“Kalau situasi penyakitnya masih ada, tapi tetap kami pantau, tetap kami lakukan upaya pengobatan,” kata Nur Kadar, menegaskan pentingnya isolasi lokasi dan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran ASF.
Ia mengimbau masyarakat dan peternak di wilayah lain yang belum terjangkit agar segera melapor jika muncul kasus kematian babi, sehingga langkah teknis penanganan bisa cepat dilakukan dan penyakit tidak meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....