Demam Babi Afrika Tidak Menular ke Manusia
- 16 Jul 2026 15:16 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Balai Besar Veteriner Maros menegaskan African Swine Fever (ASF) hanya menyerang ternak babi dan tidak menular ke manusia, sehingga daging babi dinilai tetap layak dikonsumsi, Kamis, 16 Juli 2026.
Kepala Balai Besar Veteriner Maros, Drh. H. Agustia, menjelaskan, virus ASF tidak menyebar ke hewan lain seperti kambing, sapi, dan ayam, serta tidak berdampak langsung pada kesehatan manusia, sehingga kekhawatiran masyarakat yang mengonsumsi daging babi perlu diluruskan.
“Penyakit African Swine Fever ini tidak menular kepada manusia, dia hanya menular dari ternak babi ke ternak babi,” ujar Agustia saat diwawancarai melalui telepon oleh reporter RRI Mamuju, Kamis, 16 Juli 2026.
Agustia menambahkan, meski ASF tidak berbahaya bagi manusia, penyakit ini dapat menyebabkan kematian massal pada babi dan merugikan peternak, sehingga upaya pencegahan tetap harus diperketat melalui biosekuriti kandang dan pengawasan lalu lintas ternak dari daerah terpapar.
“Dagingnya masih layak untuk dikonsumsi, yang penting bagi peternak adalah bagaimana penyakit African Swine Fever ini dikendalikan dengan biosecurity,” lanjut Agustia, menekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang dan membatasi keluar masuk orang untuk melindungi populasi ternak.
Balai Besar Veteriner Maros mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap mengonsumsi daging babi dari sumber yang jelas, sambil mendorong pemerintah daerah dan peternak di Sulawesi Barat memperkuat pengawasan dan edukasi agar ASF tidak meluas ke wilayah lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....