Warga Dihimbau Tak Konsumsi Babi Terduga Terjangkit Demam Babi Afrika

  • 13 Jul 2026 14:01 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging babi yang diduga terjangkit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika. Imbauan tersebut disampaikan menyusul ditemukannya kasus ASF yang menyerang ternak babi di Kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Sulbar, Nur Kadar, mengatakan virus ASF tidak bersifat zoonosis atau tidak menular dari hewan ke manusia. Meski demikian, masyarakat tetap diminta tidak mengonsumsi ternak yang dicurigai terinfeksi virus tersebut sebagai langkah antisipasi.

"Kalau untuk ASF, itu tidak bersifat zoonosis, tidak menular dari ternak ke manusia. Tapi kami harapkan ketika ada ternak yang dicurigai terjangkit penyakit tersebut, kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi," ujarnya saat ditemui RRI Mamuju, Senin 13 Juli 2026.

Nur Kadar menegaskan, imbauan tersebut merupakan bentuk kewaspadaan kepada warga untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan, meskipun secara ilmiah virus ASF tidak membahayakan manusia.

"Walaupun secara ilmiah itu tidak menular, tapi kami harapkan ke masyarakat untuk tidak mengonsumsi itu sebagai bentuk kewaspadaan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

DTPHP Sulawesi Barat juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada dinas terkait apabila menemukan ternak babi yang menunjukkan gejala terjangkit ASF.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....