Peternak Babi di Sulbar Diminta Perketat Biosekuriti Deman Babi Afrika
- 16 Jul 2026 14:57 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Balai Besar Veteriner Maros mengimbau peternak babi di Sulawesi Barat untuk memperketat biosekuriti dan menjaga kebersihan kandang guna mencegah penyebaran African Swine Fever (ASF) atau Deman Babi Afrika, Kamis, 16 Juli 2026.
Kepala Balai Besar Veteriner Maros, Drh. H. Agustia, menegaskan, kebersihan kandang dan pembatasan akses orang menjadi kunci utama pengendalian ASF, terlebih vaksin yang ada belum dapat dipastikan mampu memproteksi babi dari virus.
“Bagi warga masyarakat kita yang memelihara ternak babi, saya mengatakan tolong jaga kebersihan kandangnya, karena dari kebersihan itulah babinya bisa sehat, bisa sakit,” ujar Agustia saat diwawancarai melalui telepon oleh reporter RRI Mamuju, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia menjelaskan, peternak dianjurkan membatasi keluar masuk orang ke kandang, idealnya hanya satu atau dua anggota keluarga yang bertanggung jawab merawat ternak, agar risiko membawa virus dari kandang terinfeksi ke kandang sehat dapat diminimalkan.
“Kalau beternak babi sekarang ini, jangan dibiarkan orang keluar masuk ke kandang babi, kalau bisa si bapaknya saja atau anak laki-lakinya yang membersihkan, jadi orangnya itu-itu saja,” lanjut Agustia, menekankan pentingnya disiplin biosekuriti di tingkat peternak.
Agustia juga mengingatkan masyarakat yang mengonsumsi daging babi bahwa ASF hanya menular antar ternak babi dan tidak menular ke manusia, sehingga daging tetap layak dikonsumsi selama diolah dengan baik, seraya menggarisbawahi pentingnya pencegahan di kandang untuk melindungi populasi ternak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....