Bantu Cek Data Kemiskinan Desa, Pemprov Jateng Manfaatkan Peran Mahasiswa KKN
- 16 Jul 2026 13:45 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memanfaatkan mahasiswa KKN Angkatan ke-58 untuk memvalidasi data kemiskinan di desa-desa agar program bantuan tepat sasaran sesuai kondisi riil masyarakat.
- Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis karena terjun langsung ke tengah masyarakat selama lebih dari satu bulan sehingga dapat memberikan gambaran akurat tentang persoalan sosial di desa.
- Selain validasi kemiskinan, mahasiswa juga akan mengidentifikasi potensi ekonomi desa, mendampingi UMKM, meningkatkan pengemasan produk, dan mengurangi angka putus sekolah di wilayah penugasan mereka.
- Sebanyak 2.336 mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat selama 40 hari untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan membantu menyelesaikan persoalan di desa.
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memanfaatkan peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membantu memvalidasi data kemiskinan di desa-desa. Langkah ini dinilai penting agar berbagai program bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan sesuai kondisi riil masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat melepas peserta KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto, Rabu 15 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan hasil temuan mahasiswa selama KKN akan dikawal dan ditindaklanjuti pemerintah.
Menurut Gus Yasin, mahasiswa memiliki posisi strategis karena terjun langsung ke tengah masyarakat selama lebih dari satu bulan. Kondisi tersebut memungkinkan mereka memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai persoalan sosial yang terjadi di desa.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah validitas data kemiskinan yang selama ini menjadi dasar penyusunan berbagai program intervensi pemerintah. Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan dapat membantu memastikan data tersebut benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.
"Kami dibantu mahasiswa KKN untuk pendampingan. Data-data kemiskinan ini yang perlu dikawal. Dengan adanya KKN, kami akan lebih tahu lagi apakah data-data itu sudah benar atau tidak," ujarnya.
Gus Yasin mengatakan setiap laporan yang disampaikan mahasiswa nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi, kabupaten, hingga pemerintah desa. Dengan demikian, persoalan yang ditemukan tidak hanya tercatat, tetapi juga bisa segera ditindaklanjuti.
Selain memotret kondisi kemiskinan, mahasiswa juga didorong untuk mengidentifikasi berbagai potensi ekonomi yang dimiliki desa. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam memberikan pendampingan dan pengembangan usaha masyarakat.
Menurutnya, banyak produk unggulan desa yang masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya belum optimal. Melalui inovasi pengolahan dan penguatan pemasaran, komoditas lokal berpeluang memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi warga.
"Nanti kita dampingi, termasuk packaging-nya (pengemasan). Setelah sudah bagus, PIRT-nya dan halalnya kita dorong juga," katanya.
Dalam dialog dengan mahasiswa, persoalan pendidikan juga menjadi perhatian. Beberapa kelompok KKN berencana menjalankan program untuk mendorong anak-anak di desa tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Salah satu peserta KKN, Anggi Fatika Rosidi, mengatakan kelompoknya akan bertugas di Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Selain mendampingi UMKM anyaman besek dan sektor pertanian, mereka juga akan fokus mengurangi angka putus sekolah di wilayah tersebut.
"Kami ingin mendorong lagi supaya anak-anak mau bersekolah. Melanjutkan pendidikannya sampai jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.
Sebanyak 2.336 mahasiswa mengikuti KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu tahun ini. Mereka akan diterjunkan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat selama 40 hari untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan di desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....