Pekan Pertama, Progres Sensus Ekonomi Kabupaten Pekalongan Masih Rendah
- 17 Jun 2026 15:52 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Minggu Pertama Sensus Ekonomi 2026
- Progres Sensus Ekonomi Kabupaten Pekalongan Masih Rendah, Kepala BPS Turun Langsung Sisir Kendala Petugas
RRI.CO.ID, Pekalongan – Capaian pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Pekalongan pada pekan pertama masih berada di bawah target yang ditetapkan untuk wilayah Jawa Tengah. Kondisi tersebut mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan mengintensifkan monitoring dan evaluasi guna mempercepat proses pendataan di lapangan.
Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, turun langsung memantau pelaksanaan sensus di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petugas sekaligus memastikan hambatan dapat segera ditangani.
Maibu mengatakan, monitoring dilakukan dengan mendatangi lokasi pendataan dan berdialog langsung dengan petugas sensus. Dari hasil pemantauan awal, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kecepatan pendataan.
Kesulitan menemui responden, perpindahan lokasi usaha, hingga masih adanya pelaku usaha yang belum memahami tujuan sensus menjadi beberapa tantangan yang ditemukan di lapangan. Kondisi tersebut membuat proses pendataan membutuhkan waktu lebih lama.
"Kami ingin mengetahui secara langsung kondisi riil yang dihadapi petugas di lapangan. Dengan begitu, solusi yang diberikan bisa lebih tepat dan pelaksanaan sensus dapat berjalan lebih efektif," ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Maibu, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang hasilnya akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, kualitas dan cakupan data harus tetap menjadi prioritas meski ada target yang harus dikejar.
Ia menegaskan BPS tidak hanya berfokus pada percepatan pendataan, tetapi juga menjaga akurasi data yang dihimpun petugas. Seluruh petugas diminta tetap menjalankan prosedur pendataan secara lengkap dan tidak mengabaikan kualitas demi mengejar angka capaian.
Sementara itu, Petugas Pemeriksaan Lapangan (PML) Kecamatan Kajen, Eko Susanto, mengatakan BPS juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan tokoh masyarakat setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu petugas menjangkau responden yang belum terdata.
"Kendala yang ditemui petugas lapangan kesulitan menemui responden, mendalami aplikasi Fasih dengan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) tetapi kami optimistis target yang telah ditetapkan masih dapat dikejar. Yang terpenting adalah bagaimana kendala-kendala di lapangan segera dipetakan dan ditangani bersama," katanya.
BPS Kabupaten Pekalongan berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus. Data hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, pengembangan usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....