Intensifkan Patroli Malam,Bandung Kulon Perkuat Gerakan Warga Jaga Warga

  • 16 Jul 2026 11:31 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Pemkot Bandung melaksanakan patroli malam rutin setiap hari dari pukul 21.00 hingga 02.00 WIB dengan intensitas diperkuat pada malam Sabtu dan Minggu melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) bersama TNI-Polri.
  • Patroli melibatkan tiga pilar utama yaitu pihak kecamatan, TNI, dan Polri, serta organisasi kemasyarakatan dan Linmas dari delapan kelurahan di Kecamatan Bandung Kulon untuk menjaga keamanan lingkungan.
  • Selama Juli 2026 belum ada laporan kasus kriminal di wilayah Kecamatan Bandung Kulon, meskipun tetap waspada terhadap kejahatan jalanan yang pelakunya banyak berasal dari kalangan usia muda bahkan pelajar SMP hingga SMA.
  • Pelaku kejahatan jalanan saat ini mayoritas berusia muda dan mudah terbawa pengaruh kelompok, menjadi fokus perhatian bersama dalam upaya pencegahan kejahatan.

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggalakkan gerakan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni meningkatkan patroli malam secara rutin, khususnya pada akhir pekan yang dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Bandung Kulon, Perry Yoga Sukmana, mengatakan patroli malam dilaksanakan setiap hari mulai pukul 21.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB.

‎"Setiap malam kami melaksanakan patroli dari pukul 21.00 sampai kurang lebih pukul 02.00. Itu menjadi kegiatan rutin. Khusus malam Sabtu dan malam Minggu kami melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) bersama unsur TNI-Polri," ujar Perry, Kamis 16 Juli 2026.


‎‎Menurutnya, patroli pada malam akhir pekan diperkuat karena berdasarkan evaluasi, potensi gangguan keamanan cenderung meningkat pada Sabtu dan Minggu malam. Dalam pelaksanaannya, patroli melibatkan tiga pilar, yakni pihak kecamatan, TNI, dan Polri.

‎‎Selain itu, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) juga turut dilibatkan untuk membantu menjaga keamanan lingkungan. Beberapa di antaranya berasal dari organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan yang ada di wilayah Bandung Kulon.

‎‎"Kami juga melibatkan Linmas dari delapan kelurahan di Kecamatan Bandung Kulon. Setiap kelurahan mengirimkan satu hingga dua orang agar mereka mengetahui titik-titik yang dianggap rawan di wilayah kami," katanya.

‎‎Perry mengungkapkan, selama Juli 2026 belum ada laporan kasus kriminal yang terjadi di wilayah Kecamatan Bandung Kulon. Adapun beberapa kejadian yang sempat terjadi berada di kawasan perbatasan yang merupakan jalur utama nasional dan berada di luar kewenangan wilayahnya.

‎"Alhamdulillah untuk bulan ini belum ada kejadian yang tercatat di wilayah Bandung Kulon. Kalau pun ada, itu lebih banyak terjadi di kawasan perbatasan," ucapnya.


‎‎Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi kejahatan jalanan seperti penjambretan dan begal yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

‎‎Menurut Perry, pelaku kejahatan jalanan saat ini banyak berasal dari kalangan usia muda yang terpengaruh lingkungan pergaulan maupun kelompok tertentu.

‎"Dari informasi yang kami terima, pelakunya banyak yang masih muda, bahkan masih berstatus pelajar, usia SMP hingga SMA. Ini menjadi perhatian bersama karena mereka mudah terbawa pengaruh kelompok," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....