TGB Minta Kasus Penganiayaan Santri Diusut Tuntas tanpa Menyeret Organisasi
- 16 Jul 2026 08:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan pondok pesantren yang menjadi lokasi kasus dugaan penganiayaan santri di Lombok Tengah tidak berafiliasi dengan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) organisasi yang dipimpinnya. Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang setelah namanya disebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI.
TGB menjelaskan pondok pesantren tempat terjadinya dugaan penganiayaan tidak berada di bawah naungan organisasi NWDI. Menurutnya, pondok pesantren tersebut justru berada di bawah naungan organisasi lain yang ada di Lombok Timur.
"Agar tidak menjadi fitnah, saya sampaikan ponpes tersebut tidak berada di bawah naungan organisasi yang saya pimpin. Namun berada di bawah naungan organisasi lain," ucap TGB dalam video klarifikasi, Rabu, 15 Juli 2026.
Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor itu juga mengingatkan agar peristiwa pidana yang terjadi di lingkungan pondok pesantren tidak dijadikan alasan untuk menyudutkan organisasi atau kelompok tertentu. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara cepat, profesional, dan tegas.
"Silakan usut tuntas pidananya. Hukum siapa pun yang bersalah," ucapnya.
Menurut TGB, penyelesaian hukum yang cepat dan tegas akan menghilangkan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai masyarakat tidak boleh dibiarkan berspekulasi karena dapat memunculkan fitnah dan memperkeruh suasana.
Selain itu, TGB mengajak seluruh kalangan pondok pesantren untuk terus bekerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan, sehingga pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan memberikan perlindungan bagi seluruh santri. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kritik yang disampaikan masyarakat, karena kritik tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap dunia pesantren.
"Semua itu menjadi muhasabah bagi kami di pondok pesantren untuk terus memperbaiki kekurangan yang ada dan memastikan seluruh santri mendapatkan perlindungan, baik lahir maupun batin," ucap TGB.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....