Hadapi Berbagai Tantangan, Kwarcab Banyumas Perkuat Pembinaan Pramuka Garuda

  • 15 Jul 2026 14:34 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas terus berupaya meningkatkan jumlah Pramuka Garuda melalui pembinaan yang berkelanjutan. Meski demikian, proses mencetak Pramuka Garuda tidak lepas dari sejumlah tantangan, baik dari sisi peserta didik maupun para pembina.

Wakil Ketua Kwarcab Bidang BINAMUDA, Wahyu Adhi Fibrianto, S.STP., M.A.P., mengatakan tantangan utama berasal dari peserta didik yang kerap mengalami perubahan semangat selama mengikuti proses pembinaan. Menurutnya, untuk mencapai tingkat Pramuka Garuda, seorang anggota harus melalui tahapan yang cukup panjang.

Pada golongan Siaga, misalnya, peserta harus menyelesaikan tingkatan Mula, Bantu, dan Tata sebelum dapat meraih predikat Pramuka Garuda. Proses yang panjang tersebut sering kali membuat anak-anak kehilangan motivasi saat menghadapi materi maupun ujian.

"Anak-anak itu mood-nya sering berubah. Ketika mulai masuk materi atau ujian, kadang semangatnya menurun karena memang proses menuju Pramuka Garuda membutuhkan waktu yang cukup panjang," ujar Wahyu.

Selain peserta didik, tantangan juga datang dari para pembina Pramuka, di mana tidak semua guru memiliki minat atau passion yang sama dalam membimbing kegiatan kepramukaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam memperbanyak jumlah Pramuka Garuda di Banyumas.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kwarcab Banyumas memperkuat sinergi dengan Kwartir Ranting (Kuaran) di tingkat kecamatan. Melalui koordinasi tersebut, para pembina yang memiliki pengalaman dan semangat tinggi dalam membina Pramuka dilibatkan untuk mendampingi sekaligus menguji peserta didik dari berbagai gugus depan di sekolah.

"Kami tidak hanya mengandalkan pembina di sekolah. Di tingkat Kwartir Ranting ada banyak guru yang memiliki passion luar biasa dalam kepramukaan. Mereka turut membantu proses pembinaan dan pengujian sehingga kualitas pembinaan tetap terjaga," katanya.

Ke depannya, Kwarcab Banyumas berharap Gerakan Pramuka semakin menjadi wadah pembinaan karakter terbaik bagi generasi muda Indonesia. Menurut Wahyu, pendidikan kepramukaan tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis atau hard skill, tetapi juga membentuk soft skill seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, sopan santun, serta kemampuan bekerja sama.

Ia juga mengajak para orang tua dan peserta didik untuk tidak ragu mengikuti kegiatan Pramuka karena manfaatnya sangat besar bagi perkembangan karakter anak. Selain membentuk kepribadian, sertifikat Pramuka Garuda juga memberikan nilai tambah bagi peserta didik saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Sertifikat tersebut dapat menjadi salah satu poin pendukung dalam proses penerimaan peserta didik baru.

"Kami berharap semakin banyak anak yang bergabung dengan Pramuka. Tidak ada ruginya menjadi Pramuka karena selain membentuk karakter, Pramuka Garuda juga memberikan nilai plus saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ucap Wahyu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....