Teknologi Harus Menjadi Sarana Belajar, Bukan Membuat Generasi Muda Bergantung

  • 15 Jul 2026 15:12 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai dapat menjadi sarana yang membantu proses belajar apabila digunakan secara bijak. Namun, generasi muda diingatkan agar tidak bergantung pada teknologi hingga mengurangi kemampuan berpikir kritis.

Hal tersebut disampaikan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Zaiyatul Rahmat, saat menjadi narasumber dalam Program Sore Ceria RRI Meulaboh edisi Selasa, 14 Juli 2026. Menurutnya, setiap informasi yang diperoleh melalui teknologi tetap perlu disaring dan dikaji kembali sebelum dijadikan rujukan.

Rahmat mengibaratkan teknologi seperti pisau yang manfaat maupun dampaknya bergantung pada orang yang menggunakannya. Ia menilai kemudahan teknologi dapat membantu proses belajar, tetapi tidak boleh membuat seseorang kehilangan kebiasaan membaca referensi maupun melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh.

"Teknologi itu diibaratkan dengan pisau. Tergantung siapa yang menggunakan pisau itu. Jika yang menggunakan teknologi itu orang yang cerdas, maka teknologi itu akan bermanfaat. Tapi jika yang menggunakannya kurang cerdas, maka teknologi itu dapat membahayakan dirinya pribadi bahkan juga orang lain," ujarnya.

Rahmat juga mengingatkan agar generasi muda tidak terbiasa menyalin informasi tanpa memahami isi yang diperoleh. Menurutnya, teknologi cukup dijadikan pijakan awal dalam mencari pengetahuan, sedangkan proses penyaringan dan pengecekan kembali tetap harus dilakukan agar informasi yang digunakan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....