Pemberdayaan Ekonomi OAP Dimulai dari Pendidikan dan Peningkatan Kapasitas
- 15 Jul 2026 13:03 WIB
- Sorong
Poin Utama
- Pemberdayaan ekonomi OAP harus dimulai dengan peningkatan kapasitas SDM terlebih dahulu sebelum pemberian bantuan modal, bukan sekadar fokus pada distribusi dana.
- Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda OAP dengan life skills dan jiwa kewirausahaan agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan mandiri.
- Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan Papua Barat Daya yang sejahtera melalui pendidikan dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Sorong – Akademisi Papua Barat Daya, menilai upaya pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua (OAP) harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta pendidikan kewirausahaan, bukan hanya berorientasi pada pemberian bantuan modal.
Hal itu disampaikan Ketua STIE Bukit Zaitun Sorong, Johanna K. N. Kamesrar, dan Akademisi Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Dr. Nursalim, dalam Workshop Pengembangan Ekonomi Orang Asli Papua yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Johanna Kamesrar mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat OAP, khususnya mama-mama Papua yang jumlah pedagangnya diperkirakan mencapai hampir 5.000 orang, perlu diawali dengan peningkatan kapasitas sebelum diberikan bantuan usaha.
Menurutnya, pengalaman mendampingi program pemberdayaan masyarakat yang didukung Bank Dunia menunjukkan bahwa banyak program gagal karena terlalu berfokus pada penyaluran dana tanpa membangun kemampuan penerima manfaat.
"Kalau bicara pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua, jangan langsung bicara uang. Yang paling penting adalah peningkatan kapasitas. Setelah itu baru membentuk kelompok usaha, menyusun kegiatan, lalu memberikan bantuan sesuai kebutuhan," ujarnya.
Ia menjelaskan setiap program harus memiliki petunjuk teknis (juknis) yang jelas agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Johanna mencontohkan, dalam program pendampingan yang pernah dijalankannya, bantuan tidak langsung diberikan sekaligus, tetapi dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kegiatan dan hasil evaluasi.
"Dana diberikan bertahap. Setelah kegiatan selesai, laporan dan pertanggungjawaban diperiksa terlebih dahulu, baru tahap berikutnya dicairkan. Dengan cara seperti itu, program lebih terarah dan tujuan pemberdayaan benar-benar tercapai," katanya.
Ia menambahkan, jenis pelatihan yang diberikan kepada masyarakat juga harus disesuaikan dengan potensi lokal dan kemampuan yang telah dimiliki masyarakat agar hasilnya lebih efektif.

Sementara itu, Akademisi Unimuda Sorong, Dr. Nursalim, menilai pemberdayaan ekonomi OAP juga harus dimulai sejak usia muda melalui pendidikan yang mampu melahirkan generasi mandiri dan produktif.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup (life skills) dan jiwa kewirausahaan.
"Kami lebih fokus mempersiapkan generasi mudanya. Pendidikan harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua," ujarnya.
Ia mengatakan sebagian besar mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Papua Barat Daya merupakan Orang Asli Papua sehingga kampus memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Menurut Nursalim, orientasi pendidikan tidak lagi hanya menyiapkan lulusan menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga mencetak generasi yang mampu berwirausaha dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.
"Kami ingin membangun kecakapan hidup sejak dini sehingga mereka mampu bekerja di mana saja, menciptakan usaha sendiri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua," katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat memperkuat program pemberdayaan ekonomi OAP sehingga visi mewujudkan Papua Barat Daya yang sejahtera dapat tercapai melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....