Kesbangpol Papua Barat Daya Usulkan Program Pembinaan Karakter dan Vokasi
- 21 Jun 2026 19:35 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya mengusulkan program pembinaan karakter kebangsaan yang dipadukan dengan pendidikan vokasi bagi pemuda putra-putri Orang Asli Papua (OAP) yang masuk kategori rentan, termasuk mereka yang putus sekolah dan belum memiliki pekerjaan tetap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya, George Japsenang. Menjelaskan bahwa Program tersebut dirancang untuk membangun kembali karakter, disiplin, kepercayaan diri, serta memberikan keterampilan kerja yang dapat menunjang masa depan para peserta.
“Tujuan utama program ini adalah melakukan pendidikan karakter kebangsaan. Anak-anak muda yang dianggap berada dalam kelompok rentan akan dibina agar mampu membangun kembali karakter dan rasa percaya diri mereka,” ujar George Japsenang.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan melalui lingkungan barak militer, tetapi juga mencakup pendidikan keagamaan, penguatan moral, pemahaman ideologi Pancasila, serta peningkatan wawasan kebangsaan.
“Bukan hanya disiplin, tetapi mereka juga akan mendapatkan pendidikan keagamaan, penguatan iman dan takwa, pembentukan moral, serta pemahaman terkait ideologi Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
George mengatakan, Selain pembinaan karakter, peserta juga akan memperoleh pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing. Setelah menyelesaikan program, para peserta diharapkan memiliki keterampilan yang siap digunakan di dunia kerja.
Kesbangpol Papua Barat Daya menargetkan sekitar 200 peserta setiap tahun. Program ini diyakini dapat membantu mengurangi berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.
“Kalau 200 orang dibina setiap tahun melalui program ini, saya yakin dapat mengurangi keresahan yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, program akan difokuskan di Kota Sorong yang dinilai memiliki sejumlah kawasan dengan tingkat kerawanan sosial cukup tinggi. Sasaran utama adalah pemuda yang putus sekolah dan berada di beberapa kompleks permukiman.
Setelah menyelesaikan pembinaan, peserta akan difasilitasi untuk memperoleh kesempatan kerja melalui kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta berbagai perusahaan.
“Nanti setelah mereka keluar dari barak pembinaan, kami akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi agar mereka dapat disalurkan ke berbagai perusahaan sehingga memiliki pekerjaan dan masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
George menambahkan bahwa Program tersebut mengadopsi konsep pembinaan karakter yang telah diterapkan di daerah lain, namun ditambah dengan komponen pendidikan vokasi agar manfaatnya lebih komprehensif.
Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah berencana melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya unsur keagamaan melalui klasis, pihak militer, lembaga pendidikan vokasi, serta instansi ketenagakerjaan.
Terkait pembiayaan, Plt Kepala Kesbangpol Papua Barat Daya, George Japsenang menyebut program ini direncanakan menggunakan dukungan anggaran Otonomi Khusus (Otsus), mengingat sasaran utamanya adalah pemuda OAP yang membutuhkan pembinaan dan peningkatan kapasitas.
“Program ini membutuhkan kolaborasi beberapa lembaga dan anggaran yang cukup besar. Karena output-nya untuk anak-anak muda OAP, maka direncanakan menggunakan dana Otsus,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....