Bulog NTT Jabarkan Kinerja Semester I 2026
- 16 Jul 2026 12:54 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kantor Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Timur mencatat kenaikan signifikan pada penyerapan gabah dan beras petani selama semester I 2026. Kepala Kanwil Perum Bulog NTT, Arrahim Kanam, mengatakan hingga Juni 2026 Bulog NTT telah menyerap gabah setara beras sebanyak 7.400 ton.
Jumlah itu lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 6.000 ton.
“Kalau digambarkan, tahun 2025 kita menyerap setara beras hampir 6.000 ton. Tahun 2026, baru semester I sudah 7.400 ton,” ujar Arrahim usai bincang santai bersama awak media di Kupang, Selasa 14 Juli 2026.
Ia menyebut peningkatan itu mencapai sekitar 120 persen. Menurutnya, capaian tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.
Arrahim menegaskan keberhasilan ini tidak hanya kerja Bulog, melainkan hasil sinergi petani, penyuluh pertanian lapangan, penggilingan, TNI-Polri, Pemerintah Provinsi NTT, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta pemerintah kabupaten/kota.
“Ini baru tanam pertama 2026. Masih ada tanam kedua. Dari informasi Dinas Pertanian, ada potensi tanam ketiga yang dampaknya akan terasa tahun depan,” ucapnya.
Ia optimistis penyerapan akan terus naik pada semester II 2026, meski target semester I sudah terlampaui lebih dari 100 persen.
Selain gabah dan beras, Bulog NTT juga mencatat lonjakan penyerapan jagung. Pada 2025, penyerapan jagung hanya 334 ton. Sementara hingga semester I 2026 sudah mencapai 2.200 ton atau 60 persen dari target tahun ini. “Pengadaan jagung akan terus kita tingkatkan di semester II,” ujar Arrahim.
Sebagian jagung yang diserap telah dikirim ke Jawa Timur. Proses penyerapan dilakukan melalui sinergi dengan Polda NTT, polres jajaran, PPL, petani, dan pihak terkait lain.
| Baca juga: Kunjungan Kerja Kompolnas RI ke Polda NTT |
Arrahim menyebut sentra surplus jagung di NTT berada di Pulau Sumba, disusul Kabupaten Kupang dan kabupaten lainnya. “Bagi kami, tugas Bulog bukan hanya menyerap, tetapi juga memastikan penyalurannya berjalan. Peningkatannya sudah berkali-kali lipat,” ujarnya.
Pada semester I 2026, Bulog NTT juga menuntaskan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari-Maret. Total beras yang disalurkan mencapai sekitar 16.000 ton ke seluruh wilayah NTT.
Bantuan menyasar masyarakat desil 1 sampai desil 4 sesuai arahan Badan Pangan Nasional. Total penerima di NTT tercatat 837.612 keluarga.
“Untuk semester II, kami masih menunggu jadwal dari pemerintah. Informasinya penyaluran akan dimulai Juli, tapi hingga kini masih dalam proses,” kata Arrahim.
Ke depan, ia meminta dukungan semua pihak untuk menjaga keberlanjutan pengadaan gabah, beras, dan jagung. Tujuannya agar Bulog dapat menjaga stabilitas harga sekaligus membantu perekonomian petani.
“Ekosistem ini harus terus dibangun. Kinerja ini tidak berhenti di sini, tetapi akan berkelanjutan,” tutur Arrahim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....