Inflasi NTT Semester I 2026 Terkendali, Kenaikan Harga Masih dalam Kisaran Ideal

  • 09 Jul 2026 14:20 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi di NTT selama Semester I 2026 masih berada dalam kondisi yang terkendali. Hingga Juni 2026, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 2,2 persen, menunjukkan kenaikan harga barang dan jasa yang masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.

Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, menjelaskan bahwa BPS setiap bulan merilis tiga indikator inflasi, yakni inflasi bulanan (month-to-month), inflasi tahunan (year-on-year), dan inflasi tahun kalender. "Inflasi tahun kalender membandingkan indeks harga pada bulan berjalan dengan kondisi bulan Desember tahun sebelumnya. Sampai Juni 2026, inflasi tahun kalender di NTT mencapai 2,2 persen," ujar Matamira dalam wawancara bersama RRI Kupang, Kamis, 9 Juli 2026.

Selain itu, inflasi bulanan pada Juni 2026 dibandingkan Mei 2026 tercatat sebesar 0,67 persen, sedangkan inflasi tahunan atau year-on-year mencapai 3,56 persen. Menurut Matamira, ketiga indikator tersebut sebenarnya menggambarkan fenomena yang sama, yakni perubahan harga, hanya berbeda pada periode pembandingnya.

"Semuanya berasal dari data yang sama, hanya pembandingnya yang berbeda. Apakah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tahun sebelumnya, atau secara kumulatif sejak awal tahun," ujar Matamira.

Ia menambahkan, inflasi tidak hanya berdampak pada masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga terhadap pelaku usaha sebagai produsen. Inflasi yang terlalu tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat, sementara inflasi yang terlalu rendah dapat mengurangi keuntungan produsen sehingga berpotensi menghambat aktivitas produksi.

"Kalau harga terlalu tinggi, masyarakat akan kesulitan membeli karena daya beli menurun. Sebaliknya, jika harga terlalu rendah, produsen juga akan kesulitan memperoleh keuntungan untuk melanjutkan produksi," katanya.

Karena itu, pemerintah menetapkan sasaran inflasi nasional pada kisaran 2,5 persen ±1 persen, atau berada di rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Kisaran tersebut dinilai ideal untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen serta menciptakan iklim ekonomi yang sehat.

Dengan capaian inflasi tahun kalender sebesar 2,2 persen hingga Juni 2026, kondisi inflasi di NTT masih berada dalam rentang sasaran pemerintah dan diharapkan mampu mendukung stabilitas ekonomi daerah sepanjang tahun. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....