Edukasi Seksual di Keluarga Jadi Benteng Cegah Kekerasan Seksual pada Anak
- 15 Jul 2026 11:20 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Edukasi seksual sejak dini di lingkungan keluarga dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak. Orang tua didorong untuk membangun komunikasi yang terbuka, memberikan pemahaman mengenai batasan tubuh, serta membekali anak dengan pengetahuan yang benar agar mampu melindungi dirinya ketika berada di luar pengawasan keluarga.
Ketua LKKNU Sumenep, Hodaifah, mengatakan perkembangan zaman dan kemudahan akses informasi membuat orang tua perlu semakin terbuka dalam memberikan edukasi kepada anak. Menurutnya, pendidikan seksual bukan lagi hal yang tabu, melainkan bagian dari upaya melindungi anak dari berbagai ancaman kekerasan seksual.
"Keluarga merupakan salah satu benteng pertahanan terkuat untuk melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan seksual. Di keluarga, anak belajar tentang batasan diri, rasa aman, dan rasa percaya," ujar Hodaifah di Pro 2 RRI Sumenep, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menilai orang tua, termasuk yang tinggal di pedesaan, kini memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan pengetahuan melalui berbagai informasi yang tersedia di media sosial. Karena itu, literasi digital menjadi bekal penting agar orang tua mampu memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual sekaligus mengetahui cara memberikan edukasi yang tepat kepada anak.
Menurut Hodaifah, salah satu materi dasar yang perlu diajarkan adalah mengenalkan bagian tubuh serta batasan mengenai sentuhan yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain. Edukasi tersebut penting mengingat orang tua tidak selalu dapat mendampingi anak sepanjang hari, baik saat anak berada di sekolah maupun ketika bermain bersama teman-temannya.
Ia juga mengingatkan agar orang tua menggunakan istilah anatomi yang benar ketika mengenalkan organ reproduksi kepada anak, bukan menggunakan istilah samaran atau sebutan yang dipelesetkan. Penggunaan nama medis yang tepat dinilai akan memudahkan anak menyampaikan informasi apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak semestinya.
"Dikhawatirkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, anak akan kebingungan ketika harus menjelaskan atau melaporkan kejadian tersebut. Karena itu, penting memberikan edukasi dengan istilah yang sudah benar dan baku,"" kata Hodaifah.
Melalui edukasi yang dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga, diharapkan anak-anak memiliki keberanian untuk menjaga dirinya, memahami batasan tubuh, serta segera melapor kepada orang tua atau orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....