Liburan Edukatif: Belajar Bertani Sambil Memetik Tomat di Kebun
- 09 Jul 2026 13:56 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID-Sumenep, Liburan sekolah menjadi momen yang tepat bagi orang tua untuk mengenalkan anak pada dunia pertanian secara langsung. Salah satu contohnya terlihat dari kegiatan seorang anak perempuan yang mengisi waktu liburannya dengan memetik buah tomat di kebun keluarga. Mengenakan baju biru dan berambut ikal panjang, ia tampak asyik memilih tomat yang sudah matang di antara rimbunnya tanaman yang ditopang batang bambu.
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan pengisi waktu luang, melainkan bagian dari pembelajaran langsung tentang proses bercocok tanam. Anak diajak mengenal bagaimana tomat tumbuh dari batang yang dijalar pada ajir bambu, bagaimana membedakan buah yang sudah siap panen dari warnanya yang oranye kemerahan dengan yang masih hijau dan belum matang, hingga cara memetik buah dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman.
Ayah dari anak tersebut, Wasilatur RF, saat ditemui di lokasi kebun mengatakan bahwa kegiatan memetik tomat sengaja dijadikan agenda liburan agar anaknya tidak hanya menghabiskan waktu dengan gawai. "Saya ingin anak saya tahu dari mana makanan yang ia makan sehari-hari berasal. Dengan turun langsung ke kebun, dia bisa belajar sambil bermain, sekaligus mengenal proses alam yang sebenarnya," ujarnya.
Wasilatur RF menambahkan bahwa kebun tomat yang digunakan merupakan lahan pertanian keluarga yang dirawat secara rutin. Menurutnya, mengajak anak ke kebun memberikan banyak manfaat, mulai dari melatih motoric halus saat memetik buah, menumbuhkan rasa sabar, hingga membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak. "Anak-anak zaman sekarang jarang punya kesempatan menyentuh tanah dan tanaman secara langsung. Padahal pengalaman seperti ini penting untuk tumbuh kembang mereka," katanya.
Selain aspek edukasi pertanian, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan seperti menghargai proses. Anak diajak memahami bahwa buah tomat yang ada di meja makan tidak muncul begitu saja, melainkan melalui proses menanam, merawat, hingga menunggu waktu panen yang tepat. Pemahaman semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur dan mengurangi kebiasaan membuang-buang makanan sejak usia dini.
Tak hanya soal edukasi, momen memetik tomat bersama juga menjadi sarana rekreasi keluarga yang sehat dan minim biaya. Berada di lingkungan terbuka dengan udara segar dan pepohonan hijau di sekitar kebun turut memberikan manfaat fisik dan psikologis bagi anak, seperti melatih keseimbangan tubuh saat berjalan di area kebun serta menyegarkan pikiran setelah menjalani rutinitas sekolah.
Melalui kegiatan sederhana semacam ini, Wasil berharap semakin banyak orang tua yang terinspirasi untuk mengisi waktu liburan anak dengan aktivitas yang mendekatkan mereka pada alam.(RIA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....