BPJS Ketenagakerjaan dan UNEJ, Kolaborasi Bangun Sinergi Ekosistem Kampus

  • 14 Jul 2026 21:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, Imam Santoso, mengatakan kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Universitas Jember merupakan langkah strategis untuk memperkuat implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan perguruan tinggi.

"Kami mengapresiasi komitmen Universitas Jember sebagai mitra strategis. Semoga kolaborasi ini menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja Indonesia," ujar Imam di Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.

Ia, menambahkan, kampus memiliki peran penting dalam membangun kesadaran jaminan sosial sejak dini. Melalui kerja sama ini, perlindungan diharapkan menjangkau tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pekerja pendukung, serta mahasiswa yang menjalani magang atau praktik kerja, sekaligus meningkatkan literasi jaminan sosial bagi generasi muda.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Universitas Negeri Jember (UNEJ) untuk memperkuat literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di perguruan tinggi. Kolaborasi ini membekali mahasiswa dengan pemahaman perlindungan sosial sebelum memasuki dunia kerja.

Kerja sama diwujudkan melalui penguatan ekosistem kampus yang mengintegrasikan perlindungan sosial, literasi, riset, inovasi, dan pengembangan kurikulum. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU dan sejumlah PKS di UNEJ, Jumat (3/7), lalu.

Melalui kemitraan ini, UNEJ menjadi model kerja sama yang akan diperluas ke perguruan tinggi lain. Kampus diharapkan menjadi mitra strategis dalam meningkatkan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan perguruan tinggi berperan penting membentuk generasi pekerja yang kompeten dan sadar akan pentingnya perlindungan sosial.

"Kami ingin mahasiswa memahami bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak yang melindungi mereka saat memasuki dunia kerja," ujarnya.

Ia, menambahkan, sepanjang 2025 BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat sekitar Rp68 triliun. Karena itu, kolaborasi dengan kampus juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi bagi penerima manfaat dan ahli waris.

Menurut Saiful, keberhasilan jaminan sosial tidak hanya diukur dari besarnya manfaat yang dibayarkan, tetapi juga dampaknya terhadap kesejahteraan peserta. Sinergi ini sejalan dengan strategi Coverage, Care, dan Credibility (3C).

Sebagai tindak lanjut, BPJS Ketenagakerjaan dan UNEJ menandatangani dua PKS, meliputi perlindungan bagi pegawai dan mahasiswa serta penguatan Tridarma Perguruan Tinggi dan kurikulum jaminan sosial.

Hingga kini, BPJS Ketenagakerjaan telah bermitra dengan 48 perguruan tinggi di dalam negeri dan lima perguruan tinggi di luar negeri untuk pengembangan kurikulum, riset, inovasi, dan literasi jaminan sosial.

Rektor UNEJ, Iwan Taruna, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini memperkuat Tridarma sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman perlindungan sosial sebelum memasuki dunia kerja.(Irvan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....