Cakupan Imunisasi Rendah, Nabire Perkuat Surveilans dan Pelayanan Kesehatan
- 15 Jul 2026 01:19 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Cakupan imunisasi yang masih rendah di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire mendorong penguatan kapasitas tenaga kesehatan melalui Refreshment Training Penguatan Imunisasi dan Surveilans. Kegiatan yang digelar di Aula RRI Nabire, Selasa 14 Juli 2026 itu akan berlangsung hingga 17 Juli 2026.
Pelatihan yang difasilitasi Wahana Visi Indonesia melalui Core Group Polio Project (CGPP) Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah tersebut diikuti kepala puskesmas serta penanggung jawab program imunisasi dari 32 puskesmas di Kabupaten Nabire.
Kegiatan tersebut didanai melalui Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (United States Department of State/U.S. DoS) sebagai bagian dari kerja sama Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Kesehatan, dalam mendukung penguatan program imunisasi dan surveilans di daerah.
National Program Manager CGPP Indonesia, Mindo Nainggolan, mengatakan Kabupaten Nabire menjadi salah satu daerah yang mendapatkan pendampingan berdasarkan hasil asesmen dan rekomendasi Kementerian Kesehatan. Menurutnya, penguatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas surveilans dan imunisasi di daerah.

"Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi memiliki potensi penyebaran yang sangat cepat. Sebagai contoh, satu kasus campak dapat menularkan penyakit kepada 12 hingga 18 orang apabila tidak segera dilakukan investigasi, penanganan, dan langkah pengendalian. Oleh sebab itu, keterlibatan para dokter menjadi sangat penting dalam memperkuat sistem deteksi dini dan respons terhadap setiap kasus," ujar Mindo.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Elizabeth Damara, mengungkapkan bahwa hasil pemetaan menunjukkan cakupan imunisasi di Kabupaten Nabire masih memerlukan perhatian karena sejumlah wilayah belum mencapai target.
"Berdasarkan data yang telah dipaparkan sebelumnya, cakupan imunisasi di Kabupaten Nabire masih tergolong rendah. Bahkan, masih terdapat banyak wilayah yang masuk kategori merah. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama dan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan," kata Elizabeth.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kompetensi, kemudian menerapkan dan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada tenaga kesehatan lainnya di masing-masing puskesmas. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi, memperkuat sistem surveilans, serta menekan risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di Kabupaten Nabire.
Melalui pelatihan yang berlangsung hingga 17 Juli 2026 tersebut, tenaga kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi, memperkuat sistem surveilans, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi. Pemerintah dan seluruh mitra juga mengajak para orang tua untuk melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal karena imunisasi dapat memberikan perlindungan kepada anak-anak agar terhindar dari kesakitan akibat campak, polio, maupun penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....