Andalkan Tilawah dan Qiraat, NTB Bidik Lima Besar MTQ Nasional 2026

  • 14 Jul 2026 15:30 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi NTB menargetkan masuk lima besar MTQ Nasional XXXI yang akan diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2026, berdasarkan arahan langsung Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.
  • Sebanyak 56 qari dan qariah mengikuti program pemusatan latihan intensif dengan fokus pada cabang tilawah, qiraat, dan tahfiz Al-Qur'an yang diunggulkan memiliki peluang besar meraih juara.
  • Pemerintah NTB mengimplementasikan sistem evaluasi berbasis Google Form setiap hari untuk memantau perkembangan peserta dan menyusun materi latihan yang terarah sesuai kebutuhan individual.
  • Gubernur Iqbal menekankan bahwa pembinaan MTQ bertujuan untuk melahirkan generasi Qur'ani dan memperkuat identitas NTB sebagai daerah dengan tradisi keislaman yang kuat, bukan sekadar mengejar peringkat.

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan masuk lima besar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, 2026. Target tersebut dibarengi dengan pemusatan latihan intensif bagi para peserta yang dinilai memiliki peluang meraih prestasi.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Amir, mengatakan target lima besar merupakan arahan langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. "Tahun ini dalam rangka kita meraih prestasi yang lebih tinggi, target Pak Gubernur lima besar," kata Amir di Mataram, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Amir, berdasarkan hasil penilaian dewan hakim dan evaluasi pelatih saat MTQ tingkat provinsi, NTB memiliki peluang besar meraih juara di sejumlah cabang. Cabang yang paling diunggulkan adalah tilawah dan qiraat. Selain itu, cabang tahfiz Al-Qur'an, khususnya kategori 10 juz, 20 juz, dan 30 juz, juga dinilai memiliki potensi bersaing di tingkat nasional.

Untuk memaksimalkan peluang tersebut, Pemprov NTB menggelar telah training center (TC) secara bertahap. Sebanyak 56 qari dan qariah mengikuti program pemusatan latihan, termasuk dua pendamping bagi peserta berkebutuhan khusus.

TC tahap pertama berlangsung pada 5–15 Juli 2026. Setelah itu peserta akan menjalani latihan secara daring dari daerah masing-masing sebelum kembali mengikuti pemusatan latihan berikutnya.

Amir menjelaskan, pemerintah telah memetakan peserta yang berpeluang besar meraih medali. Peserta dengan potensi terbaik akan menjalani TC lanjutan di Jakarta, sementara pembinaan di Mataram tetap berlangsung dengan melibatkan pelatih daerah dan pelatih nasional yang dimiliki NTB.

"Yang sangat berpotensi mendapatkan juara akan kami TC di Jakarta. Di sisi lain, pembinaan di NTB tetap berjalan secara intensif bersama pelatih daerah maupun pelatih nasional," ujarnya.

Selama TC, evaluasi kemampuan peserta dilakukan setiap hari. Tim pelatih menggunakan sistem penilaian berbasis Google Form untuk memantau perkembangan masing-masing peserta, mulai dari keunggulan hingga aspek yang masih perlu diperbaiki.

Menurut Amir, pola evaluasi itu membuat pelatih dapat menyusun materi latihan secara lebih terarah sesuai kebutuhan setiap peserta.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta seluruh kafilah menjadikan MTQ Nasional sebagai momentum mengembalikan tradisi prestasi NTB di tingkat nasional. Pesan itu disampaikan saat meninjau training center Kafilah MTQ Nasional XXXI di Asrama Haji Kelas I Lombok, Mataram.

Iqbal mengenang masa ketika NTB menjadi salah satu kekuatan utama dalam MTQ Nasional. Menurut dia, nama NTB pernah menjadi pesaing yang diperhitungkan hampir di setiap penyelenggaraan MTQ.

"Saya ingat saat masih kecil, setiap nama NTB disebut di ajang nasional, daerah lain merasa waswas karena kita hampir selalu masuk tiga besar. Martabat itu harus kita rebut kembali," katanya.

Iqbal menegaskan, target prestasi tidak semata-mata mengejar peringkat. Lebih dari itu, pembinaan MTQ merupakan bagian dari upaya melahirkan generasi Qur'ani sekaligus memperkuat identitas NTB sebagai daerah yang memiliki tradisi keislaman yang kuat.

Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, terus membenahi organisasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) serta meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu menghasilkan peserta yang kompetitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....