Riset di Rubaru, Pekarangan Bantu Hemat hingga Rp200 Ribu per Bulan
- 14 Jul 2026 09:52 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Srikandi KERIS Kabupaten Sumenep terus mendorong kemandirian perempuan melalui penguatan ekonomi dan ketahanan pangan. Organisasi ini menekankan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga dan pemanfaatan sumber daya di lingkungan rumah.
Koordinator Pengembangan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Srikandi KERIS Sumenep, Sri Mustika Ningsih, mengatakan perempuan perlu mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga di tengah maraknya belanja daring.
"Fondasi awal yang ditekankan adalah kemampuan membedakan antara keinginan dan kebutuhan demi menjaga stabilitas keuangan keluarga dari maraknya belanja online," ujarnya dalam UMKM Bicara Pro 1 RRI Sumenep, Senin, 13 Juli 2026. Menurutnya, kesadaran mengelola keuangan menjadi modal utama menuju kemandirian ekonomi keluarga.
Di bidang ketahanan pangan, Srikandi KERIS menggalakkan pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat keluarga atau Toga. Tanaman yang dibudidayakan antara lain cabai, tomat, jahe, dan kunyit.
Berdasarkan riset internal di Kecamatan Rubaru, program tersebut mampu menekan pengeluaran rumah tangga hingga Rp200 ribu per bulan. Temuan itu menunjukkan pekarangan rumah dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.
Hasil riset tersebut mendorong Srikandi KERIS mewajibkan seluruh anggotanya menanam Toga. Penanaman dilakukan dengan memanfaatkan polybag maupun barang bekas yang tersedia di rumah.

Untuk memperluas dampak program, organisasi ini menjalin kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep. Kolaborasi tersebut dilakukan guna mendukung penyediaan bibit dan pengembangan program ketahanan pangan.
"Kerja sama ini mencakup pengadaan bibit lanjutan seperti alpukat dan padi yang direncanakan terealisasi pada Oktober mendatang," katanya. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau anggota yang memiliki lahan pertanian lebih luas.
Selain ketahanan pangan, Srikandi KERIS juga menyiapkan pembentukan pra-koperasi pada 2027. Program ini ditujukan untuk memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha rumahan.
Sri Mustika Ningsih mengatakan sistem pra-koperasi akan diawali dengan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Pengelolaan dana akan dilakukan secara profesional dengan dukungan pelatihan dan penguatan kapasitas pengurus.
Melalui program tersebut, Srikandi KERIS berharap dapat menghadirkan akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau bagi anggotanya. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi perempuan di Kabupaten Sumenep.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....