Empu Keris Perempuan: Melawan Stereotipe di Balik Profesi yang Dianggap Maskulin

  • 11 Jul 2026 10:30 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Di tengah perubahan peran perempuan di berbagai bidang, masih ada sejumlah profesi yang identik dengan laki-laki. Salah satunya adalah empu keris, profesi yang membutuhkan ketelitian, kekuatan fisik, kesabaran, sekaligus pemahaman mendalam tentang seni, budaya, dan filosofi. Namun, anggapan bahwa pekerjaan ini hanya layak dilakukan laki-laki perlahan mulai berubah. Kehadiran perempuan sebagai empu keris menjadi bukti bahwa keterampilan dan dedikasi tidak ditentukan oleh jenis kelamin.

Selama berabad-abad, proses pembuatan keris identik dengan sosok laki-laki yang bekerja di depan bara api, menempa besi, membentuk bilah, hingga menyelesaikan detail ukiran. Tradisi tersebut kemudian melahirkan stereotipe bahwa perempuan tidak memiliki kemampuan fisik maupun ketahanan untuk menjalani profesi tersebut. Padahal, di balik proses menempa logam, terdapat aspek seni, ketelitian, dan kreativitas yang justru sangat mengandalkan ketekunan.

Menurut Empu Ika Arista salah satu pembuat keris di Sumenep mengatakan, perempuan yang memilih menjadi empu keris harus menghadapi tantangan ganda. Selain menguasai teknik pembuatan keris, mereka juga harus membuktikan bahwa kemampuan tidak ditentukan oleh gender. Tidak sedikit yang sempat diragukan atau dipandang sebelah mata karena memilih profesi yang dianggap tidak lazim bagi perempuan. "Namun, melalui karya dan konsistensi, kaum perempuan mampu mematahkan stigma tersebut", ujarnya saat berdialog bersama RRI pada Rabu 8 Juli 2026.

Keberadaan empu keris perempuan juga membawa perspektif baru dalam pelestarian budaya. Mereka tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menunjukkan bahwa budaya harus menjadi ruang yang inklusif bagi siapa pun yang memiliki minat dan kompetensi. Keris bukan sekadar senjata tradisional, melainkan karya seni yang mengandung nilai sejarah, spiritual, dan identitas bangsa.

Semangat para empu keris perempuan sejalan dengan upaya mewujudkan kesetaraan kesempatan di dunia kerja. Kesetaraan bukan berarti menghapus perbedaan, melainkan memberikan ruang yang sama bagi setiap orang untuk berkarya sesuai kemampuan. Ketika perempuan diberi kesempatan, mereka mampu menghadirkan inovasi tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Fenomena ini sekaligus mengingatkan bahwa stereotipe pekerjaan berdasarkan gender semakin tidak relevan. Saat ini perempuan telah membuktikan kiprahnya sebagai pilot, masinis, mekanik, teknisi, nelayan, hingga pandai besi. Menjadi empu keris adalah salah satu contoh bahwa profesi yang dahulu didominasi laki-laki kini dapat dijalani siapa saja dengan kompetensi, dedikasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Kehadiran empu keris perempuan menjadi inspirasi bagi generasi muda agar berani mengejar cita-cita tanpa dibatasi stigma sosial. Pelestarian budaya akan semakin kuat ketika seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Dengan demikian, warisan budaya Indonesia tidak hanya tetap lestari, tetapi juga berkembang dalam semangat kesetaraan, keberagaman, dan penghargaan terhadap kemampuan setiap individu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....