LPP Agro Nusantara Kolaborasi dengan Kementan Gelar Bimtek Sertifikasi di Kalsel

  • 13 Jul 2026 18:41 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjar - Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit terus diperkuat melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi Mandor Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara LPP Agro Nusantara bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) BPPSDMP Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi langkah strategis. Ini untuk menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia di tingkat global.

"Kelapa sawit adalah kebanggaan bangsa, dan masa depannya berada di tangan tenaga kerja yang kompeten. Sertifikasi bukan sekadar dokumen, tetapi jaminan bahwa para mandor memiliki kemampuan sesuai standar nasional untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan tanaman, serta menerapkan praktik budidaya yang berkelanjutan," ujar Amran.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian terus mendorong seluruh pelaku industri perkebunan agar memiliki kompetensi yang diakui melalui sertifikasi profesi sebagai bagian dari penguatan SDM pertanian. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa peningkatan kapasitas dan pengakuan profesional menjadi faktor penting dalam menciptakan tenaga kerja yang berdaya saing.

"Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan profesional terhadap kemampuan SDM sekaligus instrumen untuk memastikan tenaga kerja mampu menjalankan tugasnya sesuai standar kompetensi yang berlaku," ujar Arsanti Senin 13 Juli 2026.

Bimtek dan sertifikasi dilaksanakan selama dua hari, 13–14 Juli 2026, di PT Perkebunan Nusantara IV Regional V Kebun Danau Salak, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pelaksanaan uji kompetensi difasilitasi oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, melalui Widyaiswara Susmawati, menyampaikan bahwa BBPP Binuang berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM perkebunan melalui penyelenggaraan sertifikasi kompetensi. "Melalui kegiatan ini diharapkan lahir mandor pemeliharaan kelapa sawit yang kompeten, profesional, dan mampu memenuhi kebutuhan industri sesuai standar kompetensi nasional, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas sektor perkebunan," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Lembaga Pendidikan Perkebunan Agro Nusantara, Sulthon Parinduri, berharap seluruh peserta yang telah menduduki jabatan mandor dapat memperoleh pengakuan kompetensi melalui sertifikasi profesi. "Kami berharap para mandor yang telah memiliki surat keputusan penugasan juga memiliki sertifikat kompetensi sebagai Mandor Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit, sehingga kompetensi yang dimiliki diakui secara nasional," katanya.

Manager PT Perkebunan Nusantara IV Regional V Kebun Danau Salak, Hasan Fauzi Norman, menilai kegiatan ini menjadi bagian penting. Terutama dalam memperkuat kualitas pengelolaan kebun melalui peningkatan kompetensi para mandor.

Menurutnya, bimtek dan sertifikasi tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta terhadap standar operasional prosedur (SOP) pemeliharaan kelapa sawit. Tetapi juga memperkuat kemampuan dalam pengawasan pekerjaan, meningkatkan ketelitian, serta membangun budaya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

"Dengan SDM yang kompeten dan tersertifikasi, produktivitas perkebunan dapat terus ditingkatkan sekaligus menciptakan pengelolaan kebun kelapa sawit yang lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....