Kolaborasi dan AI Perkuat Konten Lokal Penyiaran

  • 17 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence mulai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari industri penyiaran di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Kehadiran teknologi ini membuka peluang baru dalam proses produksi konten, pengolahan informasi, dan penyajian program siaran yang lebih cepat dan efisien. Selasa, 16 Juni 2026.

Ditengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, lembaga penyiaran dituntut agar mampu beradaptasi tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai penyedia informasi yang berkualitas. Pemanfaatan ini dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efektivitas kerja juga memperluas jangkauan layanan informasi kepada masyarakat.

Kepala LPP RRI Banjarmasin, Nandang Supriadi, S.T., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga penyiaran publik, radio swasta, regulator dan berbagai pemangku kepentingan daerah. Menurutnya, sinergi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keberadaan dan kualitas konten lokal di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia mengatakan dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar informasi yang bersifat lokalistik tetap mampu bersaing dan mendapat ruang di tengah dominasi konten digital. Kerja sama yang terbangun juga diyakini dapat menambah ragam informasi untuk masyarakat.

“Dukungan dengan KPI serta teman-teman mitra-mitra kita, radio-radio swasta maupun lembaga broadcasting lainnya, tentu memperkuat dan memperkaya informasi yang bersifat lokalistik di sini. Penguatan konten lokal memerlukan dukungan nyata dari para pemangku kepentingan agar tidak kalah bersaing dengan berbagai konten digital yang terus berkembang,” katanya.

Ia menilai pemanfaatan teknologi AI seharusnya tidak hanya berorientasi pada percepatan proses produksi konten. Teknologi tersebut juga perlu dimanfaatkan meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.

“Kita harap penggunaan AI di sektor penyiaran dapat mendukung penyebaran informasi akurat, edukatif, dan tetap berpihak pada kepentingan publik. Dengan dukungan regulasi, kolaborasi antarlembaga, serta pengawasan yang memadai, AI kitabyakini mampu menjadi instrumen yang memperkuat eksistensi konten lokal,” ucapnya


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....