Deteksi Dini Penyakit Paru Kurangi Risiko Tindakan Lanjutan
- 13 Jul 2026 16:59 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Deteksi dini menjadi salah satu kunci penting dalam penanganan penyakit paru. Pemeriksaan sejak gejala awal dinilai mampu mencegah kondisi pasien berkembang menjadi lebih berat sehingga tidak memerlukan tindakan medis yang lebih kompleks.
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan, Jatu Aviani, mengatakan semakin cepat penyakit paru terdeteksi, semakin besar peluang pasien memperoleh penanganan yang lebih sederhana.
"Deteksi dini terhadap penyakit paru sangat membantu agar pasien tidak jatuh pada stadium yang lebih lanjut. Dengan begitu komplikasi dapat diminimalkan dan penanganannya menjadi lebih sederhana," ujarnya dalam talkshow edukatif Keluarga Sehat Kemenkes RI.
Menurut dr. Jatu, hal tersebut berlaku pada berbagai penyakit paru, termasuk tuberkulosis (TBC) maupun kanker paru. Pada pasien TBC, pengobatan yang dilakukan sejak dini dapat mencegah komplikasi sehingga pasien cukup menjalani terapi obat tanpa memerlukan prosedur invasif.
Sementara pada kanker paru, pemeriksaan sejak stadium awal memungkinkan ukuran tumor masih kecil dan belum menyebar sehingga proses diagnosis maupun terapi menjadi lebih mudah.
Ia menjelaskan tindakan minimal invasif juga berperan penting dalam memastikan diagnosis kanker melalui pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan patologi anatomi, sekaligus menentukan stadium penyakit.
Selain itu, prosedur tersebut dapat membantu penanganan komplikasi, seperti mengeluarkan cairan di selaput paru maupun mengatasi penyempitan saluran napas akibat penyakit tertentu.
Meski relatif aman, dr. Jatu mengingatkan setiap tindakan tetap mempertimbangkan kondisi pasien, termasuk adanya penyakit penyerta seperti gangguan jantung, hipertensi pulmonal, atau gangguan ginjal yang dapat meningkatkan risiko komplikasi.
"Keselamatan pasien tetap menjadi prioritas. Karena itu sebelum tindakan dilakukan, kami memastikan kondisi pasien sudah seoptimal mungkin agar risiko komplikasi dapat ditekan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....