Modal Murah, Cabai Tetap Panen saat Musim Kemarau
- 13 Jul 2026 15:07 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Musim kemarau identik dengan lahan yang mengering dan petani yang harus bekerja lebih keras untuk menyiram tanaman. Namun kondisi itu tidak sepenuhnya dirasakan Tahir, petani cabai asal Kecamatan Bluto. Berkat alat penyiram sederhana berbentuk sprinkler, tanaman cabainya tetap tumbuh subur dan menghasilkan panen rutin setiap tiga hari sekali meski cuaca sedang terik.
Di lahan miliknya, air yang keluar dari nozel sprinkler menyebar menyerupai hujan buatan. Sistem irigasi sederhana saat ini hampir digunakan oleh semua petani hususnya dikawasan dataran tinggi. Karena mampu menjaga kelembapan tanaman secara merata tanpa harus disiram secara manual setiap hari.
Tahir mengaku alat tersebut sangat membantunya, terutama karena kondisi fisiknya yang sudah tidak sekuat dulu. Pria yang telah memiliki enam cucu itu mengatakan factor usia tidak lagi mampu membawa selang atau ember untuk menyiram tanaman secara konvensional.
"Kalau seperti saya, menyiram seperti biasa sudah kesulitan karena lutut sering sakit," ujar Tahir. "Tapi dengan alat ini saya bisa menyiram kapan saja tanpa harus capek berkeliling."
Menurutnya, harga sprinkler yang digunakan tergolong sangat terjangkau. Untuk jenis yang dipakainya, satu unit hanya dibanderol sekitar Rp5.000. Meski demikian, petani tetap perlu menambah pipa paralon sebagai saluran distribusi air, yang sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk mendukung sistem irigasi di lahan.
"Harganya terjangkau, sekitar Rp 5.000 per buah, memang masih perlu tambahan pipa paralon, tetapi itu bisa dipakai terus sebagai aset untuk penyiraman," kata Tahir.
Ia menilai penggunaan sprinkler jauh lebih menghemat tenaga dan waktu dibandingkan penyiraman manual. "Sekarang saya tidak perlu lagi mengangkat ember atau menarik selang ke sana kemari," ucapnya. "Air bisa menyiram tanaman seperti hujan, tanamannya tetap segar dan hasil panen juga masih bagus meski sedang musim kemarau."
Sementara itu, harga cabai di tingkat petani selama musim kemarau juga terbilang stabil. Saat ini cabai dijual dengan kisaran Rp 15.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Dengan hasil panen yang tetap berlangsung dan biaya penyiraman yang lebih efisien, petani berharap penggunaan sprinkler sederhana dapat membantu menjaga keuntungan sekaligus meningkatkan produktivitas di tengah musim kering.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....