Duka Selimuti Pemakaman Korban Kecelakaan Maut di Indramayu
- 13 Jul 2026 13:18 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Suasana duka menyelimuti Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, saat delapan warganya dimakamkan pada Senin, 13 Juli 2026. Isak tangis keluarga mengiringi prosesi pemakaman yang berlangsung di empat titik tempat pemakaman umum desa setempat.
Puluhan warga tampak mengantar setiap jenazah menuju peristirahatan terakhir mereka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kepala Desa Cempeh, Carkana, mengatakan seluruh korban yang merupakan warga desanya dimakamkan pada hari yang sama. "Delapan korban tersebut dimakamkan hari ini di empat titik pemakaman di desa kami," ujar Carkana.
Carkana menyebutkan lokasi pemakaman meliputi pemakaman umum Cempeh dan Desa Lanjan, Kecamatan Lohbener. Pemakaman juga dilakukan di tempat pemakaman umum Desa Kiajaran Kulon.
Delapan korban tersebut adalah Sawen, Ayu Wulandari, Karsinih, Sanerah, Idah, Yunah, Atsal Albara, serta Warkidi. Seluruh korban tewas ini merupakan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.
Warga tidak menyangka peristiwa yang merenggut dua belas nyawa ini terjadi di desanya. Sejumlah firasat sebelum peristiwa kecelakaan itu dialami oleh beberapa orang terdekat korban.
Hal tersebut dialami oleh Tuniwati, menantu dari almarhumah Karsinih yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. "Saya melihat mertua berganti baju hingga lebih dari dua kali sebelum berangkat," kata Tuniwati.
Anak korban yang berada di Jepang juga sempat bermimpi ibunya dalam kondisi sedang sakit. Kecelakaan maut yang merenggut nyawa para korban ini terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026 siang kemarin.
Saat itu kendaraan pikap bak terbuka yang mengangkut belasan rombongan pengantar pengantin hendak berputar balik. Kendaraan tersebut dihantam truk wing box dari belakang hingga terdorong ke depan secara keras.
Mobil pikap tersebut kemudian kembali tertabrak truk lain dari arah yang berlawanan. Peristiwa nahas di jalur pantura tersebut mengakibatkan total dua belas orang meninggal dunia.
Selain itu, enam korban lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras kendaraan tersebut. Hingga Senin, 13 Juli 2026 pagi seluruh korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....