PAM GKI ke-V, Pemuda Diajak Siap Hadapi Perubahan Global dan Era Digital
- 13 Jul 2026 09:50 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Ibadah dan resepsi pembukaan Persekutuan Anggota Muda (PAM) Gereja Kristen Injili (GKI) ke-V se-Tanah Papua resmi digelar di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu 12 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari 12 wilayah pelayanan yang mencakup 70 klasis GKI se-Tanah Papua.
Wakil Ketua II Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI se-Tanah Papua, Pdt. Gustaf M. Wutoy, mengatakan tema PAM GKI ke-V mengajak generasi muda memahami tantangan zaman serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di Papua, Indonesia, maupun dunia.
Menurutnya, kata "ajang" dalam tema bukan sekadar dimaknai sebagai tempat berkumpul, tetapi menggambarkan medan pergumulan yang menuntut kesiapan mental, spiritual, dan karakter setiap pemuda.
"Ajang berarti medan laga, medan perjuangan. Karena itu, spirit dan karakter harus dibangun agar kita siap menghadapi tantangan yang ada," kata Gustaf dalam khotbahnya.
Ia menilai Papua saat ini berada di tengah berbagai dinamika dan kepentingan yang menuntut gereja, khususnya kaum muda, memiliki keteguhan iman serta mampu mengambil keputusan yang bijaksana.
Gustaf juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki masa persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, dua dekade ke depan menjadi momentum penting bagi generasi muda, termasuk pemuda GKI, untuk mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
"Kita hanya memiliki waktu sekitar 20 tahun menuju Indonesia Emas 2045. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk mempersiapkan generasi yang memiliki karakter, iman, dan kemampuan menghadapi perubahan," ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang telah mengubah cara manusia belajar, berpikir, dan mengambil keputusan.
Menurut Gustaf, perkembangan teknologi harus disikapi secara bijaksana. Kemudahan memperoleh informasi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir kritis maupun nilai-nilai iman.
"Hari ini segala sesuatu dapat diketahui dengan mudah karena perkembangan teknologi. Tetapi kita tidak boleh menyerahkan seluruh kemampuan berpikir kepada teknologi. Tuhan telah menganugerahkan akal budi yang harus digunakan secara bertanggung jawab," katanya.
Ia menegaskan, tema PAM GKI ke-V menjadi ajakan bagi seluruh pemuda GKI untuk melakukan pembaruan cara bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa di tengah perubahan global yang terus berkembang.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan, memperluas wawasan, serta siap menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi gereja, masyarakat, dan pembangunan di Tanah Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....