Aksi Massal Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Raja Ampat Kumpulkan 663 Kg Sampah

  • 06 Jun 2026 04:53 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Raja Ampat - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Raja Ampat bersama ribuan elemen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih massal dan edukasi pemilahan sampah secara serentak di Distrik Waisai Kota dan kawasan wisata ikonik Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Jumat 5 Juni 2026 pagi. Aksi kolaboratif dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini berhasil mengumpulkan sedikitnya 663 kilogram sampah plastik siap olah.

Pergerakan ini merupakan langkah konkret daerah dalam merespons Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia terkait implementasi gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di destinasi wisata dunia tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Raja Ampat, Adam Malik, menyatakan bahwa penanganan sampah di kawasan kepulauan seperti Raja Ampat tidak bisa lagi menggunakan pola konvensional kumpul-angkut-buang. Strategi harus bergeser ke arah pemilahan sejak dari hulu dan pemanfaatan kembali (ekonomi sirkular). "Volume sampah plastik yang berhasil kita pilah hari ini mencapai 663 kilogram. Seluruhnya tidak dibuang ke TPA, melainkan dievakuasi ke Gudang Penampungan Tahura (Taman Hutan Rakyat) Waisai untuk masuk ke siklus daur ulang. Ini membuktikan bahwa sampah jika dikelola dengan benar memiliki nilai guna baru," ujar Adam Malik dalam keterangannya kepada media.

Kolaborasi lintas sektor ini diawali dengan apel konsolidasi pada pukul 07.30 WIT untuk memetakan zonasi pembersihan di area Rukun Tetangga (RT) pada 4 kelurahan di Distrik Waisai Kota serta sepanjang pesisir Pantai WTC. Aksi ini mencatat mobilisasi massa yang cukup besar, melibatkan aparatur sipil negara (ASN), personel TNI/Polri, tokoh agama, tokoh pemuda, berbagai paguyuban Nusantara, hingga ratusan pelajar dari lintas satuan pendidikan.

Tidak sekadar memungut sampah, DLH Raja Ampat juga mengintegrasikan program Bank Sampah dengan metode edukasi publik yang interaktif melalui Game Pilah Sampah. Pengunjung dan pelajar ditantang secara langsung untuk mengklasifikasikan jenis sampah organik dan non-organik secara tepat.

Untuk membuka mata publik mengenai potensi ekonomi sirkular, DLH turut memamerkan sejumlah produk inovatif berbasis upcycling (daur ulang kreatif) di lokasi kegiatan. Dua produk yang menarik perhatian massa adalah sofa kreatif yang memanfaatkan limbah non-organik terolah serta produk paving block berbahan dasar limbah plastik.

"Inovasi seperti paving block plastik dan sofa dari limbah ini adalah jawaban konkret. Kita ingin masyarakat melihat langsung bahwa pengelolaan sampah yang benar dapat menekan beban lingkungan sekaligus memberikan dampak ekonomi," tambah Adam Malik.

Sebagai langkah jangka panjang, DLH Kabupaten Raja Ampat merekomendasikan penguatan peran Bank Sampah di tingkat sekolah dan kelurahan secara masif. Langkah intervensi ini dinilai krusial untuk mereduksi volume sampah plastik secara signifikan sebelum masuk dan membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babur Mayalibit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....