Pemkot Mataram Dorong Kemandirian Pembudidaya Ikan

  • 10 Jul 2026 10:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.699.000.000 dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 untuk memperkuat sektor budidaya perikanan. Dana tersebut akan difokuskan pada peningkatan kapasitas pembudidaya ikan melalui pelatihan, penyediaan sarana produksi, serta penguatan fasilitas pendukung yang menyasar kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) di enam kecamatan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Bachtiar Yulianto melalui Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Leo Amri Saleh, mengatakan anggaran tersebut akan diwujudkan dalam bentuk bantuan benih ikan, pakan, mesin pencetak pakan, hingga sarana dan prasarana panen.

"Alokasi DBHCHT yang kami terima tahun 2026 sebesar Rp1.699.000.000. Seluruh bantuan akan disalurkan kepada masyarakat melalui kelompok pembudidaya ikan sebagai upaya meningkatkan produktivitas budidaya," ujarnya, Kamis 9 Juli 2026.

Menurut Leo, penyediaan mesin pencetak pakan menjadi salah satu strategi penting karena dapat membantu pembudidaya memproduksi pakan secara mandiri. Dengan demikian, biaya produksi dapat ditekan sehingga usaha budidaya menjadi lebih efisien dan memiliki daya saing yang lebih baik

"Kami ingin pelaku budidaya tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan," katanya.

Program tersebut diperkirakan mulai direalisasikan pada akhir tahun 2026. Leo menjelaskan, hingga saat ini anggaran belum dapat dicairkan sehingga pelaksanaan kegiatan masih menunggu proses penyaluran pada triwulan keempat.

"Sekarang dananya belum tersedia. Target kami seluruh program bisa direalisasikan sekitar akhir tahun," ujar Leo.

Sebanyak 133 kelompok pembudidaya ikan akan menjadi penerima manfaat program tersebut. Dinas Perikanan berharap bantuan itu mampu mendongkrak produksi ikan air tawar Kota Mataram yang saat ini baru mencapai sekitar 700 ton per tahun.

"Produksi tersebut masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga pasokan ikan air tawar masih didatangkan dari Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....