Harganas ke-33 dan Hari Kependudukan Dunia Momentum Perkuat Ketahanan Keluarga

  • 10 Jul 2026 15:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Bali menggelar Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Bali di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Kamis 9 Juli 2026. Peringatan yang mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" ini menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S, mengatakan tema tersebut diangkat karena Indonesia masih menghadapi tantangan fatherless, yakni kondisi ketika sosok ayah hadir secara fisik tetapi belum terlibat secara emosional dan psikologis dalam pengasuhan anak.

Menurutnya, keterlibatan aktif ayah terbukti berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kestabilan emosi, hingga kepercayaan diri anak, sekaligus mendukung keberhasilan pencegahan stunting. Ia menegaskan Harganas bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas keluarga melalui sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat.

"Hari Keluarga Nasional menjadi momentum untuk mengajak seluruh masyarakat semakin peduli terhadap pembangunan keluarga. Kami juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan keluarga dan program keluarga berencana di Provinsi Bali," ujar Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S.

Mewakili Gubernur Bali, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si., menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Menurutnya, tema "Ayah Wajib Hadir" menekankan pentingnya keterlibatan ayah secara fisik, emosional, dan psikologis dalam pengasuhan anak guna mencegah fenomena fatherless.

Ia juga mengingatkan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung keluarga yang berkualitas, bebas stunting, serta memiliki sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing. Pemerintah Provinsi Bali pun mengapresiasi pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan mengajak seluruh perangkat daerah serta berbagai elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting.

"Kami mengapresiasi Harganas ke-33 yang tidak sekadar seremonial, tetapi memperkuat peran keluarga. Pemprov Bali juga mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah sebagai upaya membangun keluarga yang harmonis," ujar Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani menegaskan pembangunan keluarga harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Menurutnya, tantangan bonus demografi, stunting, kesehatan reproduksi, hingga pengasuhan anak di era digital hanya dapat diatasi melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), dan Lansia Berdaya (SIDAYA), serta menegaskan Komisi IX DPR RI akan terus mendorong penguatan kebijakan dan dukungan anggaran agar program pembangunan keluarga semakin optimal.

"Mari kita jadikan Harganas ke-33 sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong membangun keluarga Indonesia yang sehat, harmonis, mandiri, tangguh, dan sejahtera," tegas Anggota Komisi IX.

Peringatan Harganas tahun ini juga dirangkaikan dengan momentum Hari Kependudukan Dunia. Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi Bali, Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, S.E., M.Si., menilai Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam pembangunan kependudukan, namun masih terdapat kesenjangan antarwilayah yang perlu diatasi melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus didukung melalui akses pendidikan, kesehatan, ruang kreativitas, serta penguatan peran ayah dalam pengasuhan.

"Kita harus memastikan generasi muda mendapat ruang untuk berkembang, sekaligus membangun budaya kehadiran ayah, bukan hanya secara fisik tetapi juga emosional dalam keluarga," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran inovasi pembangunan keluarga, penandatanganan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan mitra kerja, penyerahan bantuan Program GENTING, serta pemberian apresiasi kepada para pemenang berbagai lomba Program Bangga Kencana. Pemerintah Provinsi Bali berharap peringatan Harganas menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkualitas sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....