BKKBN Bali Dorong Sekolah Cetak Generasi Berwawasan Kependudukan SDM Unggul
- 08 Jul 2026 14:47 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Bali menggelar Webinar Kependudukan bertema “Mewujudkan Generasi Berwawasan Kependudukan Menuju Indonesia Emas 2045” dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Dunia Tahun 2026, Selasa 8 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, serta penyuluh KB se-Bali ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pendidikan kependudukan dalam menyiapkan generasi unggul dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali, Dr.dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa Hari Kependudukan Dunia menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa penduduk merupakan subjek sekaligus modal utama pembangunan bangsa. Menurutnya, bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia merupakan peluang besar untuk mempercepat pembangunan, namun tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan kependudukan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan struktur umur penduduk menuju masyarakat menua, ketimpangan persebaran penduduk, urbanisasi, perkembangan teknologi digital, hingga tantangan dalam membangun keluarga yang berkualitas. Karena itu, generasi muda perlu dibekali wawasan kependudukan agar mampu mengambil keputusan yang tepat bagi masa depan dirinya, keluarga, maupun bangsa.
Pada webinar tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikpora Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Dwi Suwariantha, SSTP., M.AP., memaparkan peran strategis sekolah dalam membangun generasi peduli kependudukan menuju Sumber Daya Manusia Bali Unggul. Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki fungsi sebagai pusat pembelajaran, pembentukan karakter, dan agen perubahan sosial dalam menyiapkan generasi yang mampu memanfaatkan bonus demografi secara optimal.
Sementara itu, Pengawas Ahli Madya Disdikpora Provinsi Bali, Putu Rusmila Dewi Kesiman, S.Pd., M.Pd., menjelaskan implementasi Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai upaya mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam pembelajaran, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta budaya sekolah. Melalui SSK, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami teori kependudukan, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai kependudukan kepada peserta didik, sehingga lahir generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu merencanakan masa depan, menjaga kesehatan reproduksi, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan keluarga dan masyarakat. Sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan kependudukan menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....