BKKBN Bali Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan
- 08 Jul 2026 14:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali memperkuat transformasi pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul melalui kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Pendidikan Khusus yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali di Ruang Jana Kerti, Denpasar, Rabu 8 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan pemahaman guru Sekolah Luar Biasa (SLB) terhadap implementasi SDM Bali Unggul, kebijakan kependudukan dan keluarga, serta penyelenggaraan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa pembangunan SDM unggul harus dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama. Menurutnya, transformasi pembangunan keluarga berkualitas menjadi strategi penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, berkarakter, dan berdaya saing.
Oleh karena itu, sinergi antara sektor pendidikan dan pembangunan keluarga perlu terus diperkuat agar kebijakan kependudukan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali yang diwakili Ketua Tim Kurikulum dan Pembelajaran Bidang Pembinaan PK dan PLK, B. Dodi Permadi Ashrama, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi dan advokasi ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan materi terkait SDM Bali Unggul, kebijakan kependudukan dan keluarga, serta budaya sekolah yang aman dan nyaman ke dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan khusus.
Ia menekankan bahwa penguatan pemahaman tersebut penting untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dalam paparannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali memaparkan kondisi demografi Bali berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, di antaranya Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,02 anak per perempuan dan Contraceptive Prevalence Rate (CPR) sebesar 63,86 persen.
Selain itu, struktur penduduk Bali saat ini didominasi oleh generasi milenial dan Generasi Z sehingga menjadi momentum strategis dalam mempersiapkan bonus demografi melalui kebijakan pembangunan keluarga yang adaptif terhadap perubahan sosial dan kebutuhan pembangunan daerah. Selain memaparkan data kependudukan, BKKBN Bali juga menekankan transformasi keluarga berkualitas yang berfokus pada tiga dimensi utama, yakni ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga.
Materi yang disampaikan turut menggarisbawahi pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja, khususnya kelompok berisiko tinggi, sebagai upaya membentuk generasi yang mampu mengambil keputusan secara sehat dan bertanggung jawab serta terhindar dari berbagai permasalahan remaja. Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun SDM Bali yang unggul, sehat, tangguh, dan berkarakter.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong implementasi kebijakan kependudukan di lingkungan pendidikan, memperkuat peran keluarga dalam pembangunan manusia, serta mendukung terwujudnya Bali Unggul dan Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....