Wabup Loteng Pastikan Program Ayam Petelur Bantu Tekan Stunting

  • 09 Jul 2026 07:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Wakil Bupati Lombok Tengah H.M. Nursiah memastikan Program Bantuan Ayam Petelur bagi keluarga berisiko stunting mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu disampaikan usai melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di Desa Batujai, Rabu 8 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan pemerintah benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, sekaligus mengukur dampaknya terhadap perbaikan gizi balita dan peningkatan ekonomi keluarga.

Menurut Nursiah, program yang mulai dilaksanakan sejak Juni 2026 itu tidak hanya memberikan bantuan kandang dan ayam petelur, tetapi juga membekali keluarga penerima manfaat dengan pelatihan pengelolaan ternak agar mampu menjadi sumber penghasilan baru.

"Alhamdulillah, hasil monitoring menunjukkan program berjalan cukup baik. Ayam-ayam yang diberikan masih sehat dan rata-rata menghasilkan 10 hingga 12 butir telur setiap hari dari sekitar 18 ekor ayam. Ini menunjukkan bantuan yang diberikan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," ujarnya.

Selain memantau perkembangan usaha peternakan, rombongan juga mengevaluasi kondisi balita penerima manfaat. Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah balita menunjukkan perkembangan positif dengan adanya peningkatan berat badan dibandingkan sebelumnya.

"Kami melihat berat badan anak-anak sudah mulai meningkat dan kondisi mereka tampak lebih sehat. Memang masih membutuhkan pendampingan, tetapi ini menjadi tanda bahwa program mulai memberikan dampak," katanya.

Meski demikian, Nursiah mengakui masih terdapat sejumlah kendala, salah satunya balita yang tidak menyukai telur. Namun, menurutnya para orang tua mulai berinovasi dengan mengolah telur menjadi berbagai menu agar tetap dapat dikonsumsi anak.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan. Pendampingan secara intensif harus terus dilakukan agar usaha peternakan berkembang dan tujuan penurunan stunting dapat tercapai.

"Kami meminta Dinas Pertanian terus mengawal program ini. Pendamping harus diperbanyak dan tidak hanya memahami teknis peternakan, tetapi juga berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dan ahli gizi sehingga keluarga mendapatkan pendampingan secara menyeluruh," tegasnya.

Program bantuan ayam petelur tersebut saat ini masih berada pada tahap awal atau uji coba. Sejak Juni lalu, program telah dilaksanakan di sekitar 100 titik di Kabupaten Lombok Tengah, dengan lokasi awal diprioritaskan di desa-desa yang memiliki angka stunting relatif tinggi, seperti Batujai, Tanak Awu, Penujak, dan Gemel di Kecamatan Jonggat.

Menurut Nursiah, pemilihan lokasi tersebut juga mempertimbangkan kemudahan proses pendampingan oleh petugas, sehingga keberhasilan program dapat dievaluasi sebelum diperluas ke wilayah lainnya.

Ia pun meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemerintah desa, kader Posyandu, hingga petugas peternakan di tingkat desa ikut aktif mendampingi keluarga penerima manfaat.

"Yang dibutuhkan masyarakat adalah pendamping yang dekat dengan mereka. Tidak harus selalu menunggu petugas dari kabupaten. Kader Posyandu, pemerintah desa, dan petugas peternakan harus ikut mengawal agar program ini benar-benar berhasil," ujarnya.

Nursiah menegaskan, program bantuan ayam petelur dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan bertambahnya pendapatan keluarga, kebutuhan pangan dapat terpenuhi sehingga upaya penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem dapat berjalan beriringan.

"Konsep utamanya memang penanganan stunting, tetapi pendekatannya melalui pemberdayaan ekonomi. Ketika keluarga memiliki usaha, pendapatan meningkat, kebutuhan gizi terpenuhi, maka angka stunting dan kemiskinan ekstrem dapat ditekan secara bersamaan," ujarnya.

Di sela-sela kunjungan, Nursiah juga menggendong salah seorang balita penerima manfaat. Menurutnya, momen sederhana itu menjadi pengingat bahwa seluruh program pemerintah pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yakni menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak dan keluarga di Lombok Tengah.

"Saya ingin memastikan setiap bantuan benar-benar diterima, dimanfaatkan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberhasilan pembangunan bukan diukur dari banyaknya program atau penghargaan, tetapi dari semakin banyak keluarga yang memiliki pekerjaan, pendapatan meningkat, serta merasakan perubahan dalam kehidupannya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....