Pasar Tani Road Show Catat Omzet Hampir Rp200 Juta di Aceh Barat

  • 08 Jul 2026 23:49 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Road Show Pasar Tani Aceh yang digelar Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh di Kabupaten Aceh Barat mencatat transaksi yang menggembirakan. Hingga pelaksanaan kegiatan pada Rabu, 8 Juli 2026, omzet penjualan diperkirakan mendekati Rp200 juta, meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp140 juta.

Ketua Tim Benih dan Perlindungan Tanaman Hortikultura Distanbun Aceh, Raudhah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua di Aceh Barat pada tahun 2026. Program yang didanai melalui Bidang Hortikultura Distanbun Aceh itu masih akan digelar dua kali lagi di daerah tersebut.

Menurutnya, Road Show Pasar Tani menjadi salah satu upaya pemerintah membantu menekan laju inflasi, khususnya yang dipengaruhi komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan tomat, serta kebutuhan pokok lainnya seperti beras dan minyak goreng.

Ia juga menjelaskan pelaksanaan pasar tani melibatkan berbagai instansi, seperti Dinas Pertanian kabupaten/kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bulog, Dinas Pangan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral untuk penyediaan LPG, hingga Dinas Peternakan yang menyediakan telur dan ayam.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak berkolaborasi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar," ujarnya.

Ia menegaskan seluruh komoditas yang dijual di pasar tani harus berada di bawah harga pasar. Sebelum kegiatan berlangsung, tim Distanbun Aceh melakukan survei harga langsung ke pasar sebagai acuan penetapan harga.

Sebagai contoh, harga cabai yang di pasar mencapai Rp45 ribu per kilogram dijual Rp43 ribu di pasar tani. Bawang merah yang di pasar Rp40 ribu dijual Rp38 ribu, sedangkan telur yang berkisar Rp45 ribu hingga Rp48 ribu per papan dijual Rp38 ribu.

Dalam kegiatan tersebut juga disediakan 450 paket pasar murah seharga Rp220 ribu yang berisi beras 10 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan satu papan telur. Selain itu juga gas elpiji 3kg sebanyak 560 tabung dengan harga Rp18 ribu.

Raudhah menambahkan, tingginya omzet menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pasar tani terus meningkat. Menurutnya, seluruh fasilitas berjualan seperti tenda, meja, dan sarana pendukung lainnya disediakan oleh Distanbun Aceh tanpa dipungut biaya.

"Petani dan pelaku UMKM hanya membawa produk untuk dijual. Kami memfasilitasi agar mereka lebih mudah memasarkan hasil usahanya," katanya.

Ia mengakui sejumlah petani yang sebelumnya mendaftar tidak dapat berpartisipasi karena cuaca hujan pada malam sebelum kegiatan. Meski demikian, pasar tani tetap ramai dikunjungi masyarakat.

Sementara itu, Petugas Informasi Pasar Distanbun Aceh, Huspida, mengatakan Road Show Pasar Tani pada hari yang sama dilaksanakan secara serentak di lima daerah, yakni Kabupaten Aceh Barat, Bireuen, Aceh Tengah, Kota Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe.

"Kegiatan ini dilaksanakan serentak di lima lokasi sebagai upaya memperkuat pengendalian inflasi dan memperluas akses pemasaran bagi petani serta pelaku UMKM di Aceh," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....