Aksi Dukung MBG di Grahadi, Massa Bagi-Bagi Sayur
- 08 Jul 2026 15:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Puluhan masa aksi yang tergabung dalam Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-GEMAS) dan Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Kota Surabaya menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu 8 Juni 2026. Melalui aksi ini mereka menyuarakan dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan.
Dalam aksinya, ada beberapa kegiatan yang dilakukan yakni membubuhkan tanda tangan dukungan keberlanjutan MBG, serta aksi bagi-bagi sayur kepada pengendara yang melintas. Aksi ini berjalan berjalan lancar dan disambut antusias banyak pengendara menerima sayuran yang dibagikan.
Ketua HMD-GEMAS Kota Surabaya, Bagiyon mengatakan, melalui aksi damai ini pihaknya mendukung dilanjutkannya program MBG. Menurutnya program ini sangat mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan gizi.
Ia menjelaskan, Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 terkait penghentian sementara lyanan MBG dan peniadaan insentif operasional merugikan dan berpotensi melanggar kontrak. Sehingga, pihaknya meminta pemerintah melanjutkan jalannya program tersebut.
“Kita ingin menyampaikan kepada Kepala Satgas MBG Jawa Timur, Bapak Emil Dardak, makanya kita melakukan aksi di depan Grahadi. Harapan kami agar program MBG ini dilanjutkan kembali,” kata Bagiyon.
Bagiyon mengatakan, SE tersebut sudah memicu gelombang penolakan dari berbagai pihak. Sebab, keberadaan program MBG telah memberi manfaat bagi banyak pihak termasuk para petani dan peternak.
“Fakta di masyarakat ternyata masih banyak masyarakat ataupun anak-anak sekolah, ibu-ibu hamil yang sangat menunggu kehadiran MBG ini kembali. Dengan ada stagnan (penghentian) beberapa hari ini mereka juga sempat menanyakan kanan kiri kapan MBG ini bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Terkait beberapa evaluasi, diakui Bagiyon memang ada beberapa yang perlu diperbaiki. Pihaknya saat ini juga sudah bekerja sama dengan beberapa stakeholder termasuk mitra MBG untuk meningkatkan kualitas.
“Jadi tidak harus seperti seperti kemarin, kalau ada kesalahan langsung di suspend. Dan kita akan lakukan pendampingan advokasi untuk bisa dijalankan kembali. Kalau memang ada kelemahan, ada kekurangan kami akan perbaiki,” kata Bagiyon.
| Baca juga: Beda Pandangan, Dobrak Jatim Absen Demo Ojol |
Sementara itu, Sholehudin salah satu Anggota Petani Malang Raya mengaku, sangat terbantu dengan adanya program MBG. Menurutnya, program MBG telah memberi harapan bagi petani mendapat ekonomi yang lebih layak.
Sholeh mengaku, selama program MBG berjalan dirinya tidak lagi was-was hasil pertaniannya tidak laku atau terjual murah. Sebab, saat ini bisa dipasok langsung ke dapur-dapur SPPG dengan harga yang lebih tinggi.
“Dengan adanya MBG jelas kuantitasnya lebih banyak lagi. Makanya, sekarang kan kita petani sudah kita tata untuk menanam, menyiapkan untuk suplai MBG. Maka, jika MBG berhenti bingung ini petaninya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....