Beda Pandangan, Dobrak Jatim Absen Demo Ojol

  • 19 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Rencana aksi unjuk rasa pengemudi transportasi online di Jawa Timur pada 20 Mei 2026 dipastikan tidak diikuti seluruh komunitas ojek online. Aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (Dobrak) Jatim memilih tidak ambil bagian dalam demonstrasi tersebut karena menilai terdapat perbedaan arah perjuangan dengan kelompok penggerak aksi.

Humas Dobrak Jatim, Samuel Grandy, mengatakan organisasinya memiliki visi dan strategi perjuangan tersendiri sehingga memutuskan tidak bergabung dalam aksi yang digelar Komunitas Driver Online Jatim (Granat).

“Kami dari Dobrak Jatim menyampaikan untuk aksi tanggal 20 nanti, kami tidak ikut serta atau tidak ikut turun aksi di demo tersebut. Karena kami memang punya visi dan misi sendiri, dan ada beberapa hal yang tidak sejalan sehingga kami memilih tidak ikut turun aksi bersama teman-teman Granat,” ujar Samuel Selasa 19 Mei 2026.

Samuel menegaskan pihaknya juga tidak mengetahui jumlah massa yang akan turun dalam aksi tersebut. Pasalnya, Dobrak tidak terlibat dalam koordinasi teknis maupun persiapan demonstrasi.

Dobrak Jatim sendiri dikenal sebagai salah satu komunitas pengemudi online dengan jaringan cukup besar di Jawa Timur. Organisasi itu menaungi sejumlah koalisi driver, seperti ADO, ARSAS, HIPDA, hingga KOPASOS, dengan kepengurusan yang tersebar di berbagai daerah.

“Untuk wilayah Jawa Timur, DPC kami sudah tersebar di banyak kota dan kabupaten. Data internal sekitar 28 bulan lalu mencatat kurang lebih ada 4.000 anggota dan simpatisan yang tergabung,” katanya.

Menurut Samuel, basis anggota terbesar Dobrak berada di kawasan Surabaya Raya, meski jaringan komunitasnya juga telah berkembang di Malang, Blitar, Jombang, hingga Sidoarjo.

Meski absen dalam aksi demonstrasi, Dobrak memastikan tuntutan para pengemudi online tetap berkutat pada persoalan klasik, terutama menyangkut tarif dan kesejahteraan mitra pengemudi.

“Tuntutan teman-teman ojol dari dulu sebenarnya tidak jauh dari masalah tarif. Kami berharap ada perbaikan tarif dan peningkatan kesejahteraan agar kondisi teman-teman driver di lapangan bisa lebih baik,” ujarnya.

Dobrak juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pihak aplikator membuka ruang komunikasi yang lebih efektif dengan komunitas pengemudi online. Pemerintah dinilai perlu hadir sebagai penengah agar aspirasi para driver dapat ditindaklanjuti secara konkret.

“Harapan kami tentu pemerintah bisa memberikan perhatian khusus kepada teman-teman ojol di Jawa Timur dan menjadi jembatan agar tuntutan para driver bisa diakomodasi dengan baik oleh pihak aplikator maupun pemerintah,” pungkas Samuel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....