Minat Baca Warga Lombok Tengah Masih Rendah
- 08 Jul 2026 15:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus berupaya meningkatkan budaya literasi masyarakat di tengah masih rendahnya minat baca. Bertepatan dengan peringatan Hari Pustakawan Nasional, berbagai inovasi layanan perpustakaan terus dikembangkan agar semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Lombok Tengah, Muliawan, mengatakan pemerintah menargetkan terwujudnya masyarakat yang gemar membaca. Untuk itu, layanan perpustakaan terus diperluas, baik bagi masyarakat umum maupun penyandang disabilitas.
"Kami berharap masyarakat Lombok Tengah menjadi masyarakat pembaca. Karena itu layanan perpustakaan terus kami tingkatkan agar bisa menjangkau semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas," ujarnya, Selasa 7 Juli 2026.
Menurut Muliawan, perpustakaan tidak lagi hanya menunggu pengunjung datang, tetapi juga aktif mendatangi masyarakat melalui berbagai program, termasuk layanan perpustakaan keliling dan penyediaan buku sesuai kebutuhan komunitas maupun sekolah.
"Kalau ada sekolah atau komunitas yang membutuhkan buku, kami siap datang memberikan layanan. Jadi perpustakaan sekarang lebih aktif menjangkau masyarakat," katanya.
Selain memperluas layanan, Pemkab juga menjalankan sejumlah program untuk menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini. Salah satunya melalui program Balita Mas Mirah atau Bangun Literasi Anak yang bertujuan membiasakan anak mengenal buku sejak kecil.
Program tersebut juga melibatkan orang tua melalui kerja sama dengan posyandu agar para ibu lebih terdorong membiasakan anak membaca dibanding menggunakan telepon genggam.
"Kami ingin ibu-ibu mengajak anak-anaknya membaca buku. Karena budaya membaca di rumah sangat menentukan kebiasaan anak di masa depan," jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan literasi seperti kursus bahasa Inggris bagi anak-anak di wilayah pinggiran sekolah juga telah dilaksanakan dan akan terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.
Meski demikian, Muliawan mengakui minat baca masyarakat Lombok Tengah masih menjadi tantangan utama. Menurutnya, rendahnya budaya membaca dipengaruhi lingkungan keluarga dan masyarakat yang belum terbiasa menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.
Karena itu, pemerintah akan terus menggandeng sekolah, komunitas, dan posyandu untuk membangun ekosistem literasi yang lebih kuat sehingga buku dapat menjadi kebutuhan masyarakat, bukan sekadar pelengkap.
Di sisi lain, ia memastikan ketersediaan koleksi buku di perpustakaan masih mampu memenuhi kebutuhan para pengguna, meskipun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk masih perlu terus ditambah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....