Mahasiswa Polibatam Sulap Sampah Laut Jadi Paving Ramah Lingkungan
- 08 Jul 2026 09:30 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Negeri Batam (Polibatam). Tim Polibatam Bahari berhasil meraih Juara 2 Regional dalam ajang Astra Honda SDGs Future Leaders 2026 melalui inovasi bertajuk SEABLOCK, sebuah produk yang mengolah sampah laut menjadi paving block bernilai guna. Inovasi tersebut menjadi solusi kreatif dalam mengatasi persoalan sampah laut sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
SEABLOCK lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap tingginya volume sampah yang mencemari kawasan pesisir dan perairan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kepulauan Riau. Melalui inovasi ini, sampah laut yang sebelumnya menjadi limbah diolah menjadi material alternatif untuk kebutuhan konstruksi sederhana. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, produk tersebut juga memiliki nilai ekonomi dan berpotensi membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.
Tim Polibatam Bahari terdiri atas Hytrikh Rotsyanshah Alkhair, Dea Santa Nainggolan, Maharani Azra, Vina Melinda Sukma Sari, Rendi Rahmat Saputra, Bima Pratama, dan Muhamad Agum Prasetyo. Selama proses riset, pengembangan produk, hingga kompetisi, tim mendapat pendampingan dari dosen pembimbing, Tian Havwini, yang turut mengarahkan penyempurnaan konsep dan implementasi inovasi tersebut.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa vokasi tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui SEABLOCK, Tim Polibatam Bahari berhasil menggabungkan inovasi teknologi, kepedulian lingkungan, dan semangat kewirausahaan dalam satu produk yang aplikatif dan berkelanjutan.
Wakil Direktur III Polibatam, Muhammad Zaenuddin, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Tim Polibatam Bahari. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Polibatam mampu bersaing di tingkat regional melalui karya inovatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
Permasalahan sampah laut sendiri masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Berbagai jenis sampah, terutama plastik, dapat merusak ekosistem pesisir, mengancam biota laut, hingga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, inovasi yang mampu mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah seperti SEABLOCK dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Prestasi Tim Polibatam Bahari semakin memperkuat reputasi Politeknik Negeri Batam sebagai perguruan tinggi vokasi yang mendorong lahirnya inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Diharapkan, SEABLOCK tidak hanya menjadi karya kompetisi, tetapi juga dapat dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, maupun masyarakat pesisir sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....