Sering Terdengar, ternyata 'Anjir' Punya Makna di KBBI

  • 07 Jul 2026 09:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kata "anjir" belakangan kerap terdengar dalam percakapan sehari-hari maupun media sosial. Banyak orang menggunakannya sebagai bentuk penghalusan dari kata "anjing" untuk mengungkapkan rasa terkejut, kagum, heran, maupun kesal.

Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa kata tersebut juga memiliki makna baku yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Berdasarkan KBBI yang disusun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kata "anjir" memiliki beberapa makna. Makna utamanya adalah terusan; saluran (air); kanal.

Selain itu, kata tersebut juga memiliki arti lain dalam konteks tertentu, termasuk sebagai nama tumbuhan dan istilah yang digunakan dalam bahasa daerah.

"Anjir merupakan kata benda yang berarti terusan; saluran (air); kanal. KBBI juga mencatat makna lain dari kata tersebut sesuai dengan konteks penggunaannya," demikian tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Makna tersebut berbeda dengan penggunaan kata "anjir" yang berkembang dalam bahasa pergaulan. Di berbagai platform media sosial maupun percakapan sehari-hari, kata tersebut lebih sering dipahami sebagai bentuk penghalusan dari kata "anjing".

Penggunaannya pun umumnya ditujukan sebagai ungkapan spontan untuk mengekspresikan rasa terkejut, kagum, heran, atau kesal. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan bahasa dapat melahirkan makna baru di tengah masyarakat.

Sebuah kata dapat memiliki makna yang berbeda ketika digunakan dalam percakapan sehari-hari dibandingkan dengan makna baku yang tercatat dalam kamus. Karena itu, tidak semua kata yang populer di media sosial memiliki arti yang sama dengan definisi dalam KBBI.

KBBI sendiri merupakan kamus resmi bahasa Indonesia yang menjadi rujukan utama dalam mengetahui makna baku suatu kata. Kamus tersebut disusun dan terus diperbarui oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa agar dapat mengikuti perkembangan kosakata bahasa Indonesia, tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai acuan penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Meski penggunaan bahasa gaul merupakan bagian dari dinamika masyarakat, pemahaman terhadap makna baku tetap penting, terutama dalam penulisan karya ilmiah, dunia pendidikan, pemerintahan, maupun komunikasi resmi. Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat dapat menempatkan penggunaan bahasa sesuai dengan situasi dan konteksnya.

Kehadiran KBBI juga menjadi pengingat bahwa bahasa Indonesia terus berkembang seiring perubahan zaman. Di satu sisi, masyarakat bebas berkreasi dalam berbahasa di ruang pergaulan.

Di sisi lain, KBBI tetap menjadi rujukan utama untuk mengetahui makna resmi suatu kata sehingga penggunaan bahasa Indonesia tetap terjaga dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....