Tim PKM Universitas Wiraraja dan Kopdas Sumenep Gelar Pelatihan Ecoprint
- 06 Jul 2026 06:03 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Wiraraja bersama Komunitas Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa (Kopdas) Sumenep menggelar pelatihan Ecoprint Occupational Therapy bagi relawan, Minggu 5 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi upaya meningkatkan kapasitas pendamping dalam membantu proses rehabilitasi dan kemandirian Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau Sahabat Jiwa melalui terapi kerja berbasis kreativitas.
Ketua Kopdas Sumenep, dr. Laos Susantina, S.E., mengatakan pelibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pemulihan psikososial ODGJ. Menurutnya, relawan yang memiliki keterampilan pendampingan akan lebih efektif membantu Sahabat Jiwa mengembangkan kemampuan dan rasa percaya diri.
"Kita perlu peduli dengan Sahabat Jiwa. Pelatihan ini sangat penting untuk melatih relawan agar bisa menjadi pendamping ODGJ dalam kegiatan ecoprint occupational therapy, yaitu terapi kerja dengan teknik mencetak bahan alam seperti daun di atas media kain atau tas kain," ujar dr. Laos saat membuka kegiatan.
Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Tim PKM Universitas Wiraraja, yakni Ketua Tim Dr. Eko Mulyadi, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama anggota tim Dian Ika Puspitasari, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Dody Tri Kurniawan, S.P., M.M.A. Kegiatan juga melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Wiraraja sebagai pendamping praktik.
Sebanyak 23 relawan mengikuti pelatihan yang mencakup materi penyaringan atau screening peserta ODGJ yang dinilai siap menjalani terapi kerja, metode pelaksanaan occupational therapy, hingga praktik teknik pounding atau mengetuk daun pada media kain untuk menghasilkan motif ecoprint.
Ketua Tim PKM Universitas Wiraraja, Dr. Eko Mulyadi, menjelaskan terapi kerja melalui ecoprint tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga menjadi media rehabilitasi yang dapat meningkatkan konsentrasi, koordinasi motorik, dan interaksi sosial para Sahabat Jiwa.
"Melalui pelatihan ini kami ingin membekali relawan dengan metode pendampingan yang tepat, sehingga terapi kerja dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi proses pemulihan serta kemandirian ODGJ," kata Eko.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan pendampingan berbasis masyarakat di Kabupaten Sumenep. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, relawan diharapkan mampu mendampingi Sahabat Jiwa untuk terus berkarya sekaligus meningkatkan peluang mereka kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat.
RRI.CO.ID, Sumenep – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Wiraraja bersama Komunitas Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa (Kopdas) Sumenep menggelar pelatihan Ecoprint Occupational Therapy bagi relawan, Kegiatan tersebut menjadi upaya meningkatkan kapasitas pendamping dalam membantu proses rehabilitasi dan kemandirian Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau Sahabat Jiwa melalui terapi kerja berbasis kreativitas.
Ketua Kopdas Sumenep, dr. Laos Susantina, S.E., mengatakan pelibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pemulihan psikososial ODGJ. Menurutnya, relawan yang memiliki keterampilan pendampingan akan lebih efektif membantu Sahabat Jiwa mengembangkan kemampuan dan rasa percaya diri.
"Kita perlu peduli dengan Sahabat Jiwa. Pelatihan ini sangat penting untuk melatih relawan agar bisa menjadi pendamping ODGJ dalam kegiatan ecoprint occupational therapy, yaitu terapi kerja dengan teknik mencetak bahan alam seperti daun di atas media kain atau tas kain," ujar dr. Laos saat membuka kegiatan.
Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Tim PKM Universitas Wiraraja, yakni Ketua Tim Dr. Eko Mulyadi, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama anggota tim Dian Ika Puspitasari, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Dody Tri Kurniawan, S.P., M.M.A. Kegiatan juga melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Wiraraja sebagai pendamping praktik.
Sebanyak 23 relawan mengikuti pelatihan yang mencakup materi penyaringan atau screening peserta ODGJ yang dinilai siap menjalani terapi kerja, metode pelaksanaan occupational therapy, hingga praktik teknik pounding atau mengetuk daun pada media kain untuk menghasilkan motif ecoprint.
Ketua Tim PKM Universitas Wiraraja, Dr. Eko Mulyadi, menjelaskan terapi kerja melalui ecoprint tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga menjadi media rehabilitasi yang dapat meningkatkan konsentrasi, koordinasi motorik, dan interaksi sosial para Sahabat Jiwa."Melalui pelatihan ini kami ingin membekali relawan dengan metode pendampingan yang tepat, sehingga terapi kerja dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi proses pemulihan serta kemandirian ODGJ," kata Eko.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan pendampingan berbasis masyarakat di Kabupaten Sumenep. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, relawan diharapkan mampu mendampingi Sahabat Jiwa untuk terus berkarya sekaligus meningkatkan peluang mereka kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....