MinyaKita Melimpah, Pemko Banjarmasin Pastikan Pasar Murah Jalan dan HET Dijaga
- 05 Jul 2026 16:00 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Setelah sempat dibayangi kelangkaan, Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan stok MinyaKita mencukupi hingga tiga bulan ke depan. Kepastian itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Noorsyahdi, berdasarkan informasi dari Perum Bulog Kalimantan Selatan.
"Alhamdulillah sesuai dengan yang diinfokan Bulog, MinyaKita akan aman. Setidaknya sampai beberapa bulan ke depan," ujar Noorsyahdi.
Ia menjelaskan, jaminan ketersediaan stok tersebut bukan hanya mengandalkan persediaan yang ada saat ini. Setiap bulan, pasokan baru terus masuk sehingga mampu mengimbangi tingginya permintaan masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat potensi kelangkaan MinyaKita di Kota Seribu Sungai relatif dapat dihindari. "Insya Allah aman saja. Karena setiap bulan stok bertambah seiring permintaan yang juga terus ada," katanya.
Noorsyahdi mengakui MinyaKita masih menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dicari masyarakat. Selain dipasarkan melalui jaringan distributor dan pedagang, minyak goreng subsidi itu juga rutin disalurkan dalam kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin.
Program pasar murah tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi di daerah. "Untuk pasar murah memang kita mengambil MinyaKita dari Bulog. Alhamdulillah selama ini kebutuhan pelaksanaan pasar murah selalu terpenuhi," ucapnya, menambahkan.
Di sisi lain, Noorsyahdi turut menanggapi isu kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita yang sempat ramai diperbincangkan menyusul meningkatnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global. Namun hingga kini pemerintah pusat memutuskan tidak menaikkan HET demi menjaga daya beli masyarakat dan menghindari gejolak harga di pasar.
Karena itu, Disperdagin Banjarmasin memastikan akan mengawasi ketat peredaran MinyaKita di lapangan. Pedagang yang menjual di atas HET sebesar Rp15.700 per liter dipastikan akan ditindak.
"Tentu kami tidak segan memberikan teguran hingga sanksi apabila ada pedagang yang bermain-main dengan harga, terutama untuk komoditas bersubsidi. Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam melakukan pengawasan," ujarnya, tegas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....