Mumpung Kemarau, Pemko Banjarmasin ‘Gas’ Pengerukan Sungai
- 22 Jul 2026 09:09 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin memanfaatkan musim kemarau untuk menggeber program pengerukan sungai di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperbesar kapasitas tampung sungai guna mengantisipasi banjir, genangan, dan rob saat musim hujan tiba.
Pengerjaan dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juli hingga Oktober 2026 sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR. Normalisasi menyasar belasan sungai yang selama ini menjadi jalur utama aliran air di Kota Seribu Sungai.
Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Khairina Rahmi, mengatakan pengerukan akan dilakukan secara bertahap. Mengerahkan excavator PC 75, PC 200, hingga PC 200 Long Arm sesuai karakteristik lokasi.
"Rencana pengerukan kita dari Juli sampai Oktober ini mumpung musim kemarau. Sesuai arahan Pak Wali, kita akan melaksanakan pengerukan di Sungai Sutoyo, Sungai Jafri Zam-Zam Pulau Insan, sepanjang Sungai Jalan Gatot Subroto, Sungai Simpang Rimis dekat Radiologi, hingga Sungai Yapahut di muara Sungai Barito," kata Emmy sapaan akrabnya.
Menurutnya, pengerjaan di Sungai Jafri Zam-Zam akan dilanjutkan hingga ke bagian tengah sungai menggunakan excavator berkapasitas besar. Sebab, normalisasi sebelumnya hanya menyentuh bagian tepi sungai.
Selain lokasi tersebut, Dinas PUPR juga menjadwalkan pengerukan di lokasi lain. Seperti Sungai Pemurus, Sungai Peradaban, Muara Pekapuran, Anak Sungai Awang, Sungai Miai, Muara Pondok Kelapa, Sungai Thung, hingga Sungai Sutoyo.
Untuk titik prioritas seperti Sungai Sutoyo dan Sungai Jafri Zam-Zam, proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga pekan di masing-masing lokasi. Sementara keseluruhan program normalisasi sungai ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Emmy menegaskan, pengerukan menjadi salah satu langkah penting untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai sistem drainase alami Kota Banjarmasin. Mengingat selama ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
"Saat musim hujan ataupun pasang rob, mudah-mudahan sungai mampu menampung lebih banyak air sehingga genangan bisa berkurang. Kalaupun masih terjadi genangan, air diharapkan lebih cepat surut," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR membagi pekerjaan berdasarkan jenis alat berat yang digunakan. Excavator PC 75 akan dikerahkan di Sungai Sutoyo, Sungai Miai, Muara Pondok Kelapa, Sungai Simpang Rimis (Radiologi), Sungai Thung, dan Anak Sungai Awang.
Sementara excavator PC 200 akan bekerja di Muara Pekapuran, Sungai Pemurus, Sungai Peradaban, serta Sungai Jalan Gatot Subroto. Adapun excavator PC 200 Long Arm difokuskan untuk pengerukan Sungai Yapahut di Muara Jalan Sutoyo dan Sungai Jafri Zam-Zam yang memiliki karakteristik sungai lebih lebar dan dalam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....