Pemkot Mataram Cari Solusi Humanis untuk Pengamen Jalanan

  • 02 Jul 2026 20:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Sosial menyiapkan langkah penataan pengamen jalanan dengan membentuk wadah atau ruang khusus untuk mereka tampil. Upaya ini dilakukan sebagai solusi agar aktivitas mengamen lebih tertib, tidak mengganggu kenyamanan masyarakat, sekaligus tetap memberi ruang bagi pengamen yang memiliki kemampuan seni.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzzakir Walad, mengatakan konsep tersebut terinspirasi dari kawasan Braga di Bandung, di mana para seniman jalanan ditempatkan pada titik tertentu sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung. Menurutnya, pengamen yang memiliki kualitas seni justru dapat memperkaya suasana ruang publik jika dikelola dengan baik.

"Pada prinsipnya kami ingin mengolektifkan mereka di satu tempat. Kalau memang memiliki kemampuan bernyanyi yang baik, tentu tidak menjadi masalah, bahkan bisa menjadi hiburan bagi masyarakat," ujarnya, Kamis 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, penataan di kawasan Jalan Udayana memerlukan koordinasi lintas instansi karena pengelolaan kawasan berada di bawah Dinas Pariwisata. Dinas Sosial menilai seluruh pihak perlu duduk bersama agar keberadaan ruang publik tetap nyaman bagi pengunjung tanpa mengabaikan aspek sosial para pengamen.

"Percuma kita menghadirkan ruang publik yang bagus kalau pengunjung merasa tidak nyaman misalnya dengan tampilan pengamen yang biasa biasa saja," katanya.

Selain penataan, Dinas Sosial bersama satuan tugas dari sejumlah organisasi perangkat daerah juga akan meningkatkan pengawasan pada malam hari. Patroli tersebut tidak hanya menyasar aksi vandalisme dan kerusakan fasilitas umum, tetapi juga melakukan pendekatan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

"Kami maksimalkan satgas termasuk untuk pengamen yang beraktivitas secara berpindah-pindah di persimpangan maupun kawasan ruang terbuka hijau," ujar Muzakkir yang juga pernah menjabat sebagai Camat Ampenan.

Ia menambahkan, konsep serupa sebenarnya telah disiapkan di kawasan Ampenan dengan menyediakan ruang khusus mengamen yang dilengkapi kotak donasi (tip box). Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi praktik mengamen yang terkesan memaksa sekaligus memberikan tempat yang lebih layak bagi para pengamen untuk menyalurkan bakatnya.

"Kami tetap berkomitmen melakukan pembinaan terhadap PMKS, bukan sekadar melakukan penertiban," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....